Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Bertambah Sebanyak 7.716 Orang, Pasien Sembuh Kumulatif Kini 1.257.663 Orang

Sementara itu, catatan pasien meninggal juga bertambah sebanyak 147 kasus dan kumulatifnya mencapai 38.753 kasus atau persentasenya di angka 2,7% dari pasien terkonfirmasi positif

RAGAM

Selasa, 16 Mar 2021 20:37 WIB

Author

Paul M Nuh

Bertambah Sebanyak 7.716 Orang, Pasien Sembuh Kumulatif Kini 1.257.663 Orang

JAKARTA – Jumlah kumulatif pasien sembuh per 16 Maret 2021 bertambah menjadi 1.257.663 orang atau 87,9%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 7.716 orang.

Lima provinsi dengan penambahan kesembuhan tertinggi di antaranya Jawa Barat menambahkan 2.121 orang dan kumulatifnya 200.046 orang, DKI Jakarta menambahkan 1.565 orang dan kumulatifnya yang tertinggi mencapai 350.495 orang, Jawa Tengah menambahkan 1.377 orang dan kumulatifnya 115.954 orang, Banten menambahkan 366 orang dan kumulatifnya 25.373 orang, serta Jawa Timur menambahkan 319 orang dan kumulatifnya 123.385 orang.

Pada perkembangan program vaksinasi Covid-19 per tanggal 16 Maret 2021 jumlah penerimanya meningkat menjadi 4.468.951 orang. Peningkatan ini dengan adanya tambahan penerima vaksin harian sebanyak 302.089 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua jumlahnya meningkat menjadi 1.716.749 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berjumlah 40.349.051 orang, dan 1.468.764 orang di antaranya adalah tenaga kesehatan.

Kasus aktif berkurang sebanyak 2.482 kasus dan jumlah totalnya menurun menjadi 134.042 kasus dengan persentasenya menjadi 9,4%. Meski demikian pasien terkonfirmasi positif melalui metode pemeriksaan RT-PCR/TCM dan rapid antigen, hari ini bertambah sebanyak 5.414 kasus, dengan jumlah kumulatif mencapai 1.430.458 kasus.

Pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni Jawa Barat menambahkan 1.617 kasus dan kumulatifnya 234.643 kasus, DKI Jakarta menambahkan 835 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 362.370 kasus, Jawa Tengah menambahkan 560 kasus dan kumulatifnya 162.155, Jawa Timur menambahkan 291 kasus dan kumulatifnya 135.143 kasus, serta Banten menambahkan 247 kasus dan kumulatifnya 32.678 kasus.

Sementara itu, catatan pasien meninggal juga bertambah sebanyak 147 kasus dan kumulatifnya mencapai 38.753 kasus atau persentasenya di angka 2,7% dari pasien terkonfirmasi positif. Terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Barat menambahkan 35 kasus dan kumulatifnya 2.775 kasus, Jawa Tengah menambahkan 30 kasus dan kumulatifnya 6.978 kasus, Jawa Timur menambahkan 28 kasus dan kumulatifnya yang tertinggi sejumlah 9.523 kasus, DKI Jakarta menambahkan 25 kasus dan kumulatifnya 6.101 kasus, serta Kalimantan Timur hari ini yang menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 1.413 kasus.

Selain itu, dari hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, spesimen selesai diperiksa RT-PCR/TCM dan rapid antigen per hari sebanyak 75.626 spesimen dan kumulatifnya 11.719.480 spesimen. Sementara jumlah kumulatif spesimen positif per hari ini sebanyak 2.405.960 spesimen. Jumlah kumulatif spesimen negatif sebanyak 7.657.147 spesimen. Positivity rate spesimen harian di angka 19,71% dan positivity rate spesimen mingguan (07 - 13 Mar) di angka 19,27%.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 47.064 orang dan kumulatifnya 7.828.257 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 6.397.799 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 41.650 orang. Sementara positivity rate orang harian di angka 11,50% dan positivity rate orang mingguan (07 - 13 Mar) di angka 12,86%. Untuk jumlah suspek tercatat ada 60.415 kasus. Dan sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri