Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Dampak Positif PPKM Mikro terhadap Perkembangan Penanganan Covid-19 di Jawa - Bali

Wiku mengingatkan kembali bahwa 1 angka kematian saja terbilang nyawa. Sehingga kecilnya angka kenaikan ini tidak boleh diremehkan dan jangan menjadi lengah dalam meningkatkan kesembuhan pasien

RAGAM

Jumat, 26 Feb 2021 23:05 WIB

Author

Paul M Nuh

Dampak Positif PPKM Mikro terhadap Perkembangan Penanganan Covid-19 di Jawa - Bali

Ilustrasi. Petugas menutup jalan saat masa PPKM Mikro di Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021) malam. ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww.

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kabupaten/kota di Pulau Jawa Bali yang dilanjutkan PPKM mikro tingkat RT/RW menghasilkan dampak yang diharapkan. Secara umum perkembangan mingguan pada kenaikan kasus dan angka kematian tertinggi sudah tidak lagi didominasi oleh pulau Jawa. Bahkan provinsi di pulau Jawa tidak ada yang masuk ke dalam 5 provinsi teratas dengan kenaikan tertinggi.

Saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (25/2/2021) Wiku mengungkapkan, dari data per 21 Februari 2021, angka kematian minggu ini menurun sebesar 5,43%. Dan yang perlu diberi perhatian ada 5 provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi. Yakni Sumatera Utara naik 8 (19 vs 27), Sulawesi Selatan naik 6 (15 vs 21), Riau naik 5 (16 vs 21), Kepulauan Riau naik 4 (4 vs 8), dan Kalimantan Tengah naik 4 (7 vs 11).

Wiku mengingatkan kembali bahwa 1 angka kematian saja terbilang nyawa. Sehingga kecilnya angka kenaikan ini tidak boleh diremehkan dan jangan menjadi lengah dalam meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19.

Pada perkembangan kesembuhan mingguan, minggu ini mengalami penambahan sebesar 12,5%. Namun kenaikan minggu ini dinilai belum sesuai yang diharapkan, karena angkanya lebih rendah dari minggu-minggu sebelumnya. Meskipun demikian ada 5 provinsi yang mencatatkan angka kesembuhan mingguan tertinggi. Diantaranya Jawa Barat naik 1.823 (13.296 vs 15.119), Kalimantan Utara naik 701 (483 vs 1.184), Nusa Tenggara Timur naik 492 (922 vs 1.414), Kalimantan Selatan naik 290 (797 vs 1.087) dan Bali naik 174 (2.239 vs 2.413).

Pada penambahan kasus positif minggu ini mengalami kenaikan 2,61% dibandingkan minggu sebelumnya. Cukup disayangkan, karena selama 2 minggu berturut-turut sebelumnya, penambahan kasus positif mengalami penurunan. Pada minggu ini, ada 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi. Yaitu Jawa Barat naik 12.069 (7.295 vs 19.364), Banten naik 834 (511 vs 1.345), Kalimantan Selatan naik 225 (856 vs 1.081), Kalimantan Tengah naik 200 (351 vs 551) dan Jawa Tengah naik 144 (5.884 vs 6.028).

Pemerintah daerah diminta agar terus meningkatkan upaya 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Sejalan dengan itu, masyarakat juga diminta terus menerapkan 3M secara disiplin, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi keramaian. "Dengan diterapkannya PPKM mikro di pulau Jawa dan Bali, diharapkan dapat memfokuskan penanganan di level terkecil sehingga dapat menghasilkan perkembangan kasus kearah yang lebih baik," pungkas Wiku.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)