Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Waspadai Kenaikan Kasus untuk Antisipasi Keterisian Tempat Tidur di Faskes

Untuk mengantisipasi melonjaknya keterisian tempat tidur, Kementerian Kesehatan telah memberi arahan kepada rumah sakit untuk mengalihfungsikan fasilitas yang tersedia untuk pasien Covid-19.

RAGAM

Rabu, 13 Jan 2021 21:49 WIB

Author

Paul M Nuh

Waspadai Kenaikan Kasus untuk Antisipasi Keterisian Tempat Tidur di Faskes

Ilustrasi. Penambahan ruang bagi pasien isolasi di Tegal. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/aww.

JAKARTA – Perkembangan penambahan kasus positif Covid-19 per 13 Januari 2021 bertambah sebanyak 11.278 kasus dengan jumlah kasus aktif 129.628 kasus atau persentasenya 15,1% dibandingkan rata-rata dunia 26,32%. Jumlah kesembuhan sebanyak 703.464 kasus atau 82,0% dibandingkan rata-rata dunia 71,54%. Pada kasus meninggal sebanyak 24.951 kasus atau 2,9% dibandingkan rata-rata dunia 2,14%.

Dalam siaran pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/1/2021) Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk waspada akan tingginya peningkatan kasus positif. Peningkatan kasus akan berdampak pada keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan.

Saat ini menurut Wiku, ada 10 provinsi dengan persentase tertinggi dengan keterisian tempat tidur ICU dan ruang isolasi di atas 60%. Yang tertinggi berada di DKI Jakarta dengan angka 82% dan dikhawatirkan tidak lama lagi bisa penuh mencapai 100%. Ditakutkan rumah sakit tidak dapat menangani pasien baru Covid-19.

Wiku kembali mengingatkan, pada bulan Desember tahun 2020 lalu, sudah ada 49 dokter yang meninggal akibat Covid-19. Jika masyarakat disiplin,, hal ini mungkin bisa dihindari. Jatuhnya korban bisa diminimalisasi.

Untuk mengantisipasi melonjaknya keterisian tempat tidur, Kementerian Kesehatan telah memberi arahan kepada rumah sakit untuk mengalihfungsikan fasilitas yang tersedia untuk pasien Covid-19.

Lalu, pemerintah juga melakukan perluasan jumlah tenaga kesehatan melalui pemangkasan prasyarat kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR) demi menyokong ketersediaan fasilitas, dengan mencukupi SDM juga pemenuhan kebutuhan obat dan terapi Covid-19 termasuk plasma konvalesen.

"Akan tetapi, tidak hanya upaya antisipatif di bagian hilir yang penting dalam penanganan pandemi Covid-19, namun juga antisipasi di bagian hulunya. Oleh karena itu, saya meminta pimpinan daerah untuk melakukan pengawasan dan penegakan disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan 3M dan juga pengawasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)," pinta Wiku.

Pemerintah daerah juga diminta segera koordinasikan dengan satgas di pusat, apabila fasilitas kesehatan di daerah sudah mendekat penuh, sehingga dapat diambil langkah-langkah antisipasi. Pemerintah daerah harus lebih serius mengawasi masyarakatnya yang tidak patuh protokol kesehatan. "Ingat, berapapun tempat tidur yang tersedia, tidak akan cukup apabila masyarakat tidak disiplin terhadap protokol kesehatan," pesan Wiku.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM