Vaksin Covid-19 Sinovac, Kemenkes Buka Peluang Distribusi Gandeng Swasta

"Kalau memang di daerah tidak bisa mengantisipasi hal tersebut ya tentunya kita harus membuat perencanaan untuk menggandeng pihak swasta,"

NASIONAL | RAGAM

Sabtu, 16 Jan 2021 01:17 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Vaksin Covid-19 Sinovac, Kemenkes Buka Peluang Distribusi Gandeng Swasta

Vaksin COVID-19 Sinovac di gudang Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (5/1). (Antara/Rony Muharrman)

KBR, Jakarta-  Kementerian Kesehatan membuka peluang untuk menggandeng swasta dalam proses distribusi vaksin Covid-19. Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pelibatan pihak swasta kemungkinan bakal dilakukan pada distribusi tahap selanjutnya.

"(Sekarang) belum, karena ini kan masih bisa ditangani. Mungkin pada tahap berikutnya ya, karena jumlahnya jauh lebih besar. Tetapi kita belum tahu pihak-pihak swasta mana (yang akan digandeng). Nanti kita lihat, kita pastikan dulu kesiapan di daerah. Kalau memang di daerah tidak bisa mengantisipasi hal tersebut ya tentunya kita harus membuat perencanaan untuk menggandeng pihak swasta," kata Nadia kepada KBR melalui sambungan telepon, Kamis (14/1/2021) sore.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, kendala distribusi vaksin pada tahap pertama disebabkan karena adanya miskoordinasi dengan pemerintah daerah. Yakni gudang penyimpanan di provinsi tidak cukup untuk menampung kiriman vaksin.

Namun Nadia mengklaim telah memperbaiki koordinasi tersebut.

Pada tahap pertama, pemerintah telah mendistribusikan 1,2 juta vaksin ke penjuru Indonesia. Tahap selanjutnya, sudah ada 1,8 juta vaksin yang juga siap didistribusikan.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin darurat penggunaan atau emergency use authorization (EUA) Vaksin Coronavac asal Perusahaan Farmasi Sinovac dari Cina. Vaksin Covid-19 itu dipastikan aman untuk digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.

"Vaksin Coronavac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency. Pada hari ini, senin 11 Januari 2021, BPOM memberikan persetujuan dalam kondisi emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin Coronavac produksi Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan PT Bio Farma," ujar Penny Lukito saat konferensi pers daring di kanal YouTube BPOM, Senin (11/1/2021).

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10