Vaksin Covid-19 Sinovac, ITAGI Imbau Masyarakat Tidak Khawatir

"Virus ini dimatikan tapi bersifat imunogenic sehingga dapat merangsang tubuh untuk membentuk antibodi. Dan vaksin ini (Sinovac, red) sudah berpengalaman lebih dari 70 tahun,"

NASIONAL | RAGAM

Kamis, 14 Jan 2021 07:25 WIB

Author

Muthia Kusuma

Vaksin Covid-19 Sinovac, ITAGI Imbau Masyarakat Tidak Khawatir

Vaksin COVID-19 Sinovac di gudang Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (5/1). (Antara/Rony Muharrman)

KBR, Jakarta- Kelompok Penasihat Teknis untuk Imunisasi Indonesia (ITAGI) mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Sekretaris Eksekutif ITAGI, Dr. dr. Julitasari Sundoro MSc-PH mengatakan, vaksin Sinovac tidak akan berdampak buruk seperti kecacatan hingga menghilangkan nyawa pada orang yang sehat di usia produktif.

"Kita juga tidak bisa menjamin 100 persen aman. Kadang-kadang masih ada reaksi lokal pascapenyuntikan. Misalnya ada nyeri pada suntikan, kemudian kemerahan, kemudian juga pada reaksi umum atau sitenik istilahnya. Itu juga kadang-kadang ada orang yang merasa agak demam ringan, sakit kepala, pegal, nyeri otot dan nyeri sendi itu sangat individual. Ada yang merasakan atau tidak. Dan itu gejala ringan. Mau tidak mau antigen yang masuk ke badan bikin respon imun untuk membentuk kekebalan. Jadi ya memang ada saja. Tapi dalam uji klinis yang ada di Bandung, tidak ditemukan gejala serius terkait vaksin," urai Julitasari Sundoro kepada KBR, Rabu (14/1).

Dokter ahli vaksinasi itu meminta bagi orang dengan penyakit penyerta agar berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksin covid-19.

"Saat ini kan pada kloter pertama kita berikan kepada orang sehat usia 19 sampai 59 tahun ya. Sesuai dengan izin BPOM dalam bentuk emergency use of authorization, kita tidak mengharapkan dan penuh kehati-hatian karena pada saat nanti menyuntikkan lansia. Atau juga pada usia yang mencapai 59 ini tentu ada juga orang yang diabetes, hipertensi, itu namanya komorbid. Tapi sejauh diabetes, hipertensi atau penyakit apapun yang terkontrol atau sering berobat ke rumah sakit, minum obat, nah sejauh masih terkontrol dan keadaan umumnya sehat ya masih boleh diberikan," ujar dia.

Julitasari melanjutkan, "Dalam petunjuk teknis Kemenkes itu sudah ada listnya. Jadi sebelum dilakukan imunisasi ditanya dulu apakah ibu atau bapak punya background hipertensi, diabetes? Apakah minum obat? Kontrol di mana? Misal pakai BPJS kontrol di rumah sakit mana? Ada dokter yang bertanggung jawab."

kata dia vaksinCovid-19 buatan Sinovac itu tidak membahayakan.

"Betul sekali. Karena kebetulan yang pertama terpilih ini adalah vaksin dengan platform vaksin mati. Karena virus ini   dimatikan tapi bersifat imunogenic sehingga dapat merangsang tubuh untuk membentuk antibodi. Dan vaksin ini (Sinovac, red) sudah berpengalaman lebih dari 70 tahun, jadi sudah ada vaksin lain. Vaksin yang platformnya DNA RNA itu masih sangat baru sekali dan kita juga belum tahu, (belum) dapat memprediksi apa yang terjadi pada skup setelah dipakaikan kepada jutaan dosis." Jelas Julitasari.

Sekretaris Eksekutif ITAGI, Dr. dr. Julitasari Sundoro MSc-PH meminta, meski sudah divaksin Covid tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Ini adalah suatu upaya yang sangat baik, kita lihat kan meskipun pakai upaya 3M, 3T, PSBB itu masih belum menangani masih naik terus. Kita harapkan imunisasi dapat memutuskan mata rantai dan mempercepat dan menghilangkan pandemi. Imunisasi ini hanya salah satu, yang paling penting adalah protokol kesehatan." Pungkasnya.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin darurat penggunaan atau emergency use authorization (EUA) Vaksin Coronavac asal Perusahaan Farmasi Sinovac dari Cina. Vaksin Covid-19 itu dipastikan aman untuk digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.

"Vaksin Coronavac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency. Pada hari ini, senin 11 Januari 2021, BPOM memberikan persetujuan dalam kondisi emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin Coronavac produksi Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan PT Bio Farma," ujar Penny Lukito saat konferensi pers daring di kanal YouTube BPOM, Senin (11/1/2021).

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah