Vaksin Covid-19 Sinovac, BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat

"BPOM memberikan persetujuan dalam kondisi emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin Coronavac produksi Sinovac Biotech"

NASIONAL | RAGAM

Senin, 11 Jan 2021 16:27 WIB

Author

Resky Novianto

Vaksin Covid-19 Sinovac, BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat

Personel Brimob membantu menurunkan vaksin COVID-19 Sinovac di gudang Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (5/1). (Antara/Rony Muharrman)

KBR, Jakarta-    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menerbitkan izin darurat penggunaan atau emergency use authorization (EUA) Vaksin Coronavac asal Perusahaan Farmasi Sinovac dari Cina. Vaksin Covid-19 itu dipastikan aman untuk digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia, yang rencananya akan dimulai pada lusa, 13 Januari.

"Vaksin Coronavac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency. Pada hari ini, senin 11 Januari 2021, BPOM memberikan persetujuan dalam kondisi emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin Coronavac produksi Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan PT Bio Farma," ujar Penny Lukito saat Konferensi Pers Daring di Kanal YouTube BPOM, Senin (11/1/2021).

Kepala Badan POM Penny Lukito mengatakan pemberian persetujuan didasarkan atas terpenuhinya persyaratan dari segi keamanan vaksin Coronavac produksi Sinovac. Selain itu, persetujuan juga mengacu kepada persyaratan panduan dari organisasi kesehatan dunia atau WHO, dalam pemberian persetujuan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia menyatakan Vaksin Covid-19 dari Sinovac yang berasal dari Cina halal. Hal ini disampaikan Ketua MUI bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh usai sidang fatwa kehalalan Vaksin Covid-19.

"Setelah dilakukan diskusi yang cukup panjang dan penjelasan auditor. Maka Komisi Fatwa menyepakati vaksin Covid19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Cina dan diajukan proses sertifikasinya oleh PT. Biofarma hukumnya suci dan halal, ini terkait aspek kehalalannya," kata Niam saat konferensi pers daring, Jumat (8/1/20).

Meski begitu kata dia, terkait izin penggunaannya, MUI tetap menunggu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kata dia fatwa MUI soal kehalalan Sinovac juga belum final dan   menunggu keputusan BPOM terkait keamanan, kualitas dan kemanjurannya.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?