Tes Covid-19 GeNose, Kemenhub: Mulai Februari

"Kementerian perhubungan menjadi pelopor untuk menggunakan alat ini, nanti secara bertahap di simpul-simpul transportasi."

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Rabu, 27 Jan 2021 08:51 WIB

Author

Astri Yuanasari

Tes Covid-19 GeNose, Kemenhub: Mulai Februari

Alat tes GeNose C19. (Ristek)

KBR, Jakarta-  Kementerian Perhubungan mengeluarkan perpanjangan pemberlakuan petunjuk pelaksanaan perjalanan orang di masa pandemi dengan menetapkan tiga pilihan tes Covid-19 untuk perjalanan menggunakan kereta api, yakni GeNose, Antigen atau PCR. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2021. 

Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kemenhub Sigit Irfansyah mengatakan penumpang kereta api dapat memilih tes yang akan mereka gunakan. Penggunaan Genose untuk penumpang kereta api akan mulai diberlakukan awal Februari.

"Kita harus bangga karena ini suatu buatan Indonesia, jadi karya yang dimiliki Indonesia. Insyaallah alat ini juga masif digunakan. Jadi kementerian perhubungan menjadi pelopor untuk menggunakan alat ini, nanti secara bertahap di simpul-simpul transportasi. Insyaallah awal bulan,  karena dalam proses procurement," kata Sigit dalam webinar tentang vaksin, Selasa (26/1/21).

Sigit mengatakan, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose Test, atau Rapid Test Antigen, atau RT-PCR yang menyatakan negatif Covid-19. Jangka waktu hasil tes yang berlaku maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan untuk perjalanan kereta api antarkota di pulau Jawa dan Sumatera.

Sigit mengatakan, GeNose sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan dan memiliki akurasi mencapai 90 persen dalam mendeteksi virus Corona. GeNose dapat mendeteksi virus melalui napas yang disimpan dalam kantung dalam kurun waktu kurang lebih 50 detik. Harga satu kali tes menggunakan GeNose juga relatif murah yakni berkisar Rp 15-20 ribu rupiah.

Sebelumnya Pemerintah berencana mulai menggunakan alat deteksi penularan COVID-19 GeNose buatan UGM di tempat publik. Alat ini diharapkan bisa meningkatkan upaya skrining deteksi virus korona di masyarakat. 

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 Nasional yang juga Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan   mendorong penggunaan alat ini diperluas di area publik.

"Kita akan dorong semua public area juga pakai ini. Karena ini sudah dirilis oleh Genose, oleh Kementerian Kesehatan. Dan ini yang pertama di dunia, juga yang sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA). Jadi saya pikir kita harus bangga buatan Indonesia. Sekali lagi, akurasinya ini di atas 90 persen dan akan makin akurat sejumlah banyak yang dites karena mesinnya akan makin pintar. Dan yang lebih penting lagi, ini bukan hanya untuk Covid saja. Nanti akan bisa dikembangkan untuk TBC, untuk Kanker Paru, dan sebagainya," ujar Luhut saat menyaksikan uji coba Genose di Stasiun Pasar Senen Jakarta, Sabtu (23/01).

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan  3M, yakni;  Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10