Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Begini Perintah Presiden Jokowi

"Saya memulai ikhtiar besar untuk terbebas dari pandemi dengan menerima vaksin Covid-19,"

NASIONAL | RAGAM

Rabu, 13 Jan 2021 11:38 WIB

Author

Dwi Reinjani

Terima  Vaksin Covid-19 Perdana, Begini Perintah Presiden Jokowi

Presiden Jokowi disunti vaksin covid-19 di Istana Merdeka, JakartaRabu (13/01). (Setpres)

KBR, Jakarta-   Presiden Joko Widodo menjalani vaksinasi covid-19 perdana. Melalui media sosial Jokowi mengatakan, vaksin sinovac lebih tinggi dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Alhamdulillah, saya baru saja menerima suntikan vaksin Sinovac. Vaksin ini baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat. Hasil evaluasi BPOM menunjukkan, Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, lebih tinggi dari standar WHO yaitu 50 persen. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia juga telah menyatakan, vaksin Sinovac halal untuk digunakan. Saya telah memerintahkan agar vaksinasi Covid-19 segera mulai dilaksanakan di seluruh Tanah Air," ujar Presiden melalui media sosial, Rabu (13/01).

Jokowi mengatakan ditanya sejumlah hal sebelum disuntik vaksin Covid buatan Sinovac tersebut. 

"Saya ditanya: pernah terkonfirmasi positif Covid-19, pernah batuk atau pilek, mengidap penyakit jantung, atau penyakit lain seperti ginjal? Dll. Semua saya jawab tidak. Pukul 9.42 wib ini, saya memulai ikhtiar besar untuk terbebas dari pandemi dengan menerima vaksin Covid-19," ujar Jokowi.

Presiden berharap vaksinasi nasional covid-19 yang dimulai hari ini bisa berjalan dengan lancar. 

"Vaksin Covid-19 inilah yang lama kita tunggu, dan baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan suci dan halal untuk digunakan. Saya berharap vaksinasi Covid-19 yang tahapannya dimulai hari ini berjalan dengan lancar." Ujar dia.

Selain Presiden  Jokowi, beberapa nama tokoh agama, pendidikan, kesehatan sampai masyarakat ikut menjadi peserta. Salah satunya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi sadikin.

Budi Gunadi mendapat giliran vaksinasi pada sesi ke dua bersama sejumlah pejabat dan tokoh.

“Atas izin Presiden kita memulai program vaksinasi nasional. Pesan saya hanya satu kepada rakyat Indonesia, bahwa vaksin ini adalah alat yang bisa dipakai untuk melindungi diri kita. Tetapi yang lebih penting vaksin ini juga digunakan untuk melindungi keluarga kita, tetangga kita, melindungi rakyat Indonesia, dan melindungi peradaban umat manusia di seluruh dunia.” Ujar Budi Gunadi, di Istana Jakarta, Rabu (13/01/2021).

Proses vaksinasi dimulai dengan pengecekan data kesehatan serta riwayat sakit penerima vaksinasi, sebelum vaksin disuntikan.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19, Reisa Broto Asmoro, setelah melakukan vaksinasi maka peserta akan menunggu reaksi yang terjadi selama 30 menit. Pemantauan itu dilakukan untuk melihat apakah ada efek samping yang akan terjadi dari setiap peserta yang mendapat vaksinasi.

Vaksinasi perdana ini   diikuti oleh 19 peserta. Mereka adalah Kapolri Idham Aziz, Panglima TNI Hadi Tjahjono, Ketua IDI Daeng M Faqih, Sekjen MUI Amiesyah Tambunan, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, serta Perwakilan anak muda sekaligus artis Rafi Ahmad.

Pada sesi ke dua vaksinasi diikuti oleh Unifah Risyidi perwakilan PGRI, Ronal Tapilatu perwakilan PGI, Agustinus Heri perwakilan KWI, I Nyoman Suarthanu perwakilan PHDI, Partono Bhikkuh perwakilan Permabudhi, Peter Lesmana perwakilan Matakin.

Sedangkan untuk sesi ketiga diikuti oleh Kepala BPOM, perwakilan pengusaha, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia, perwakilan apoteker, Perwakilan Buruh dan Perwakilan Pedagang.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah