Sumatera Barat Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dari 19 kabupaten-kota hanya ada satu kota yang belum melaksanakannya yaitu Kota Padang Panjang

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 05 Jan 2021 12:15 WIB

Author

Fadli Gaper

Sumatera Barat  Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, di SDN 06 Lapai, Padang, Sumatera Barat, Senin (4/1/2021). (Foto: Iggoy el Fitra/Antara)

KBR, Jakarta- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sejak kemarin mulai melaksanakan pembelajaran di sekolah dengan metode tatap muka. Menurut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dari 19 kabupaten-kota hanya ada satu kota yang belum melaksanakannya yaitu Kota Padang Panjang. Irwan menyatakan, proses pembelajaran tatap muka di sekolah akan dievaluasi secara rutin setiap bulan.

"Evaluasinya itu per bulan. Dan ada Tim Pengawas dari Polisi, Satpol PP untuk mengikuti protokol kesehatan di tatap muka," ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang (4/1/2021) seperti dikutip AntaraTV.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menambahkan, Kota Padang Panjang masih belum melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, menyusul ditemukannya klaster COVID-19 di salah satu pondok pesantren dengan jumlah 130 santri.

Total positif COVID-19 di Sumatera Barat hingga kemarin mencapai lebih dari 23 ribu kasus. Total sembuh lebih dari 21 ribu pasien, dan meninggal lebih dari 500 orang. Kasus positif COVID-19 terbanyak ada di Kota Padang dengan jumlah total lebih dari 12.500 kasus, dan menjadikannya berstatus zona kuning virus corona.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber