Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Satgas Covid-19 Kabarkan Perkembangan Penanganan Pandemi kepada Dunia

Wiku menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, dirasakan bagai suatu perjalanan tantangan luar biasa yang selalu menyajikan secercah harapan.

RAGAM

Jumat, 15 Jan 2021 20:23 WIB

Author

Paul M Nuh

Satgas Covid-19 Kabarkan Perkembangan Penanganan Pandemi kepada Dunia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat International Media Briefing bertempat di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021)

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 mengabarkan kepada masyarakat dunia tentang perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Melalui International Media Briefing bertempat di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021), Satgas menerima para wartawan dari media asing untuk mengabarkan sejumlah isu terkait penanganan Covid-19, seperti program vaksinasi, upaya pemerintah menekan laju penularan kasus, distribusi vaksin ke berbagai daerah, upaya 3T (testing, tracing dan treatment), menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta terus mengawal perubahan perilaku masyarakat untuk menjadikan disiplin protokol kesehatan sebagai kewajiban.

Dalam kesempatan itu Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, ditemani seorang moderator Edward Davies, yang juga menjabat President of Jakarta Foreign Correspondent Club (JFCC).

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan, saya menyambut hangat kepada semua yang hadir hari ini. Saya juga mengapresiasi JFCC atas kerjasamanya sehingga terselenggaranya kegiatan ini," apresiasi Wiku kepada peserta yang hadir. Di antaranya sejumlah media internasional seperti Associated Press, Reuters, Bloomberg News, AFR, CIFOR, Agence-France Presse, ABC News, The Australian Newspaper, Arab News, Mainichi Shimbun, dan Straits Times.

Kepada media internasional, Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah selama hampir satu tahun pandemi terjadi di Indonesia. Wiku menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, dirasakan bagai suatu perjalanan tantangan luar biasa yang selalu menyajikan secercah harapan.

"Dan sudah banyak kemajuan yang tecapai selama penanganan sejauh ini," lanjut Wiku.

Pencapaian dalam penanganan pandemi Covid-19, di tingkat dunia Indonesia saat ini berada di peringkat 20 dari 216 negara dilihat dari angka kesembuhan pasien. Dan Indonesia juga terus menjadi salah satu dari beberapa negara di dunia yang konsisten dengan angka kesembuhan yang cukup tinggi. "Dan kami yakin tren ini akan terus berlanjut di waktu yang akan datang," imbuh Wiku.

Seperti diberitakan, program vaksinasi Covid-19 dimulai pada Rabu (13/1/2021) lalu di Istana Merdeka, dan ditandai oleh Presiden Joko Widodo sebagai penerima perdana. Pemerintah saat ini terus memastikan, setidaknya dapat mencapai 70 persen populasi penduduk menerima vaksin dalam 15 bulan ke depan.

Dalam memenuhi kebutuhan program vaksinasi Covid-19, saat ini Indonesia telah menerima 3 juta dosis vaksin siap pakai. Lalu 15 juta dosis bahan baku vaksin (bulk) Sinovac. Pemerintah Indonesia juga tengah mengadakan 50 juta dosis vaksin Novavac, 50 juta dosis vaksin Astra Zeneca, 50 juta dosis vaksin Prfizer dan vaksin dari skema kerjasama COVAX-GAVI sebanyak 54 juta dosis.

Meski demikian, selain vaksin, pemerintah juga akan terus melakukan upaya pencegahan. Karena hal ini penting untuk menekan laju penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Lebih lanjut, upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment akan dimasifkan.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?