ADVERTORIAL

Raih Sertifikat SNI ISO 37001:2016, BKKBN Buktikan Komitmen Anti Suap

Hasto: Saya ingatkan selalu pada seluruh jajaran, jangan ada kepentingan selain kepentingan sukses program

RAGAM

Selasa, 12 Jan 2021 22:36 WIB

Raih Sertifikat SNI ISO 37001:2016, BKKBN Buktikan Komitmen Anti Suap

Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Foto istimewa

Jakarta- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Inspektorat Utama resmi memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 dari Sucofindo International Certification Services (SICS). Penyerahan Sertifikat tersebut diberikan langsung oleh Direktur Komersial I PT. Sucofindo (Persero), Herliana Dewi kepada Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Auditorium BKKBN Pusat Jakarta, Selasa (12/01).

“Selamat dan apresiasi yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada BKKBN atas keberhasilannya meraih sertifikat ISO 37001:2016, dengan lingkup sertifikasi Inspektorat Utama BKKBN”, terang Herlina.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standarisasi Nasional, Drs. Kukuh Syaefuddin Achmad, M.Sc mengatakan, “BSN sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian dengan tugas pokok mengembangkan dan membina kegiatan standarisasi di Indonesia mengucapkan selamat atas sertifikat yang diraih dan upaya untuk meningkatkan daya saing nasional dengan pencegahan suap”.

Sementara itu Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyambut positif atas penyerahan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 oleh Sucofindo. “Penerapan ISO 37001:2016 ini harapannya dapat dirasakan manfaatnya dalam merubah mindset dan perilaku pegawai BKKBN dan seluruh mitra kerja untuk berintegritas. Dengan usaha dan komitmen yang kuat, harapnnya nanti seluruh unit kerja BKKBN memiliki minimal satu sertifikat SNI ISO. Hal ini terkait juga dengan upaya meningkatkan indeks Reformasi Birokrasi BKKBN”, tegas Hasto.

Untuk mendapatkan sertikasi ini, Inspektorat Utama telah melalui serangkaian proses, antara lain: training awareness, penyusunan gap analysis, pengembangan kebijakan dan dokumentasi, sosialisasi kepada pihak internal eksternal, implementasi system, audit internal atas implementasi SMAP, tinjauan dewan pengarah, tinjauan manajemen puncak oleh Inspektorat Utama, tinjauan fungsi kepatuhan anti penyuapan, pemilihan Lembaga sertifikasi, audit sertifikasi, dan penyerahan sertifikasi ISO 37001:2016.

“Ini adalah sebagai bagian dari upaya mitigasi, tidak menjadi seperti vaksin kalau sudah di sertifikasi berarti kebal suap. Saya ingatkan selalu pada seluruh jajaran, jangan ada kepentingan selain kepentingan sukses program” tutup Hasto.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM