Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

PPKM Diperpanjang, Hindari Peningkatan Kasus Dengan Adaptasi Perubahan Perilaku

Pelaksanaan intervensi membutuhkan waktu untuk lebih efektif dan berkontribusi dalam perubahan situasi ke arah yang lebih baik

RAGAM

Minggu, 24 Jan 2021 19:45 WIB

Author

Paul M Nuh

PPKM Diperpanjang, Hindari Peningkatan Kasus Dengan Adaptasi Perubahan Perilaku

Ilustrasi. Petugas medis melakukan tes usap COVID-19 di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Cilandak, Jakarta, Senin (4/1/2021). ANTARA FOTO/Wahyu Putro

JAKARTA – Kebijakan Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Pelaksanaan intervensi seperti PPKM dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membutuhkan dukungan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menekan penularan kasus. Jika hanya bergantung pada intevensi saja, maka dampaknya membutuhkan waktu paling tidak, dalam 3 minggu kedepan sejak intervensi dijalankan.

Melalui intervensi seperti PPKM dan PSBB hendaknya dijadikan proses adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini bertujuan agar masyarakat tetap produktif di tengah pandemi dan tidak tertular Covid-19.

"Dalam satu minggu pelaksanaan PPKM, evaluasi menunjukkan belum adanya perubahan yang signifikan. Pelaksanaan intervensi membutuhkan waktu untuk lebih efektif dan berkontribusi dalam perubahan situasi ke arah yang lebih baik," jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (21/1/2021) yang disiarkan juga melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Berkaca dari situasi DKI Jakarta saat melakukan intervensi PSBB pada 14 September - 5 Oktober 2020. Saat itu PSBB diperketat dilakukan setelah PSBB transisi selama 5 kali berturut-turut sejak 5 Juni hingga 13 September 2020. Ini dilakukan karena melihat grafik datanya menunjukkan perkembangan kenaikan kasus signifikan mencapai 7 kali lipat dari awal PSBB transisi. Sehingga Pemerintah Provinsi DKI mengambil langkah tegas memperketat selama 4 minggu.

Rincian datanya, pada awal PSBB 14 September, penambahan kasus positif mingguan berjumlah 7.746 kasus dan masih bertambah di minggu kedua mencapai 8.477 kasus. Dilihat pada grafik, dampak intervensi baru terlihat penurunan pada minggu ketiga PSBB ketat, yaitu 8.409 kasus. Penurunan ini bertahan selama 4 minggu saja hingga akhirnya meningkat lagi pada 2 November 2020 hingga saat ini.

Untuk itu dibutuhkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab dari masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku. "Apabila kita semua belum mampu belajar dan menumbuhkan rasa tanggung jawab, maka seperti yang tampak pada grafik, penurunan kasus hanya akan terjadi sesaat. Dan hal ini akan terjadi lagi setelah pembatasan kegiatan berakhir," tegas Wiku.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10