PPKM, Satgas Covid-19 Minta Pemda Aktif Intervensi

"Hasil monitoring dan evaluasi ini pun mencerminkan perlunya penambahan strategi penanganan pandemi dengan memanfaatkan kekuatan negara, yaitu budaya gotong royong."

NASIONAL | RAGAM

Jumat, 22 Jan 2021 09:01 WIB

Author

Sadida Hafsyah

PPKM, Satgas Covid-19 Minta Pemda Aktif Intervensi

Ilustrasi: Operasi PPKM di Denpasar, Bali. (Antara)

KBR, Jakarta-    Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah semakin aktif mengambil langkah intervensi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke depannya. Ia menyebut PPKM  diperpanjang karena belum memberikan dampak yang diharapkan. 

Kata dia, PPKM belum menurunkan kasus positif Covid-19 yang signifikan.

"Setiap daerah dapat menyesuaikan intervensi penanganan pandemi Covid-19, sesuai dengan situasi dan kondisi terkininya. Hasil monitoring dan evaluasi ini pun mencerminkan perlunya penambahan strategi penanganan pandemi dengan memanfaatkan kekuatan negara, yaitu budaya gotong royong. Oleh karena itu perlu adanya pemantauan pelaksanaan kebijakan ini, termasuk mengobservasi kepatuhan protokol kesehatan di tingkatan yang spesifik. Misalnya di area perkantoran maupun di komunitas," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (21/01/21).

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan dalam PPKM tahap kedua ini, Pemerintah Daerah (Pemda) dapat meningkatkan sistem pemantauannya. Yaitu dengan pembentukan Satgas di tingkatan yang spesifik, baik di kantor hingga komunitas.

"Jangan ragu melakukan pendisiplinan. Karena Satgas Daerah maupun Posko dilindungi oleh negara secara hukum. Dan mohon masyarakat bisa kooperatif dengan operasi yang dilakukan selama periode pembatasan ini," tegasnya.

Wiku menjelaskan, PPKM lanjutan dimulai sejak 26 Januari sampai 8 Februari 2021, di 73 kabupaten/kota di Pulau Jawa-Bali.

"Berdasarkan hasil evaluasi PPKM dari tanggal 11 sampai dengan 18 Januari 2021, dari indikator kasus aktifnya, sebanyak 46 kabupaten kota mengalami peningkatan, 24 kabupaten kota menurun, dan 3 kabupaten kota tidak mengalami perubahan," tambahnya.

Selanjutnya, tingkat kematian di 44 kabupaten/kota meningkat saat 29 kabupaten/kota lainnya menurun. Kemudian tingkat kesembuhan pasien pada 37 kabupaten/kota menurun, sedangkan 36 kabupaten/kota lainnya meningkat.

Jika melihat data harian yang dihimpun, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 11 ribuan kasus. Artinya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 951.651 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

"Pada hari ini terjadi penambahan kasus positif sebesar 11.703. Di mana jumlah kasus aktif saat ini mencapai 151.658 atau 15,9 persen. Sedangkan jumlah kasus sembuh saat ini kumulatif adalah 772.790. Sedangkan jumlah kasus meninggal kumulatif di Indonesia saat ini adalah 27.203," imbuhnya.

Ppada periode perpanjangan PPKM tersebut, seluruh aturan yang berlaku sebelumnya kembali diterapkan. Hanya saja ada satu poin yang berubah, yakni mengenai jam operasional mal dan restoran. Semula jam operasional hingga pukul 19:00 berubah menjadi pukul 20:00.

 Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10