Pandemi Covid-19, Menkes Targetkan Lansia dan Pekerja Layanan Publik Divaksin Mulai Maret

"Kemudian public workers Maret-April 17 juta, di akhir public workers masuk ke lansia itu sekitar 25 juta,"

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Kamis, 21 Jan 2021 15:43 WIB

Author

Valda Kustarini

Pandemi Covid-19, Menkes Targetkan Lansia dan Pekerja Layanan Publik  Divaksin Mulai Maret

Vaksinasi COVID-19 Sinovac ke tenaga kesehatan di RSUP Haji Adam Malik, Medan, Sumut, Selasa (19/1). (Antara/Rony Muharrman)

KBR, Jakarta-   Kementerian Kesehatan menargetkan lansia dan pelayan publik, termasuk TNI-Polri bakal disuntik vaksin Covid-19 pada Maret dan April mendatang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beralasan kedua kategori tersebut masuk prioritas karena dianggap rawan tertular virus Covid-19.

"Jadi health workers Januari-Februari 1,4 juta, kemudian public workers Maret-April 17 juta, di akhir public workers masuk ke lansia itu sekitar 25 juta," Kata Budi dalam acara 11th Kompas 100 CEO Forum, Kamis (21/1/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika tak ada hambatan, masyarakat umum bisa mulai divaksin sekitar bulan Mei 2021. Ia meminta masyarakat bersabar mendapatkan vaksin Covid-19, sebab saat ini vaksin masih diberikan untuk 3 kategori prioritas. 

Menkes juga menyebut masyarakat bisa membeli vaksin mandiri meski negara menyediakan fasilitas vaksin gratis.

"Vaksin tujuannya bukan untuk melindungi diri sendiri, ini program yang sosialis bukan individualis. Vaksin ini sudah diberikan haknya gratis, jadi kalau ada yang ingin membantu boleh," ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan 1,4 juta tenaga kesehatan mendapatkan vaksin Covid-19. Penyuntikan bertahap dilakukan di beberapa daerah setelah vaksinasi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Januari lalu.

Presiden Joko Widodo tetap mendorong agar program vaksinasi bisa rampung dalam waktu setahun. Jokowi mengatakan kesiapan manajemen vaksinasi telah diperhitungan secara matang. 

Kata dia, program tersebut bisa berjalan singkat, jika merujuk data-data di lapangan yang berkaitan dengan fasilitas penunjang vaksinasi. 

"Kita punya kekuatan 30.000 kurang lebih 30.000 vaksinator, ada kurang lebih 10.000 Puskesmas, ada kurang lebih 3.000 rumah sakit yang bisa kita gerakkan. Katakanlah ini hitung-hitungan ada 30.000 vaksinator, satu hari bisa mengerjakan 30 orang yang divaksin. Sehari berarti sudah hampir satu juta. Ini angka yang besar sekali, ini kekuatan kita ada di sini. Negara lain nggak punya, puskesmas nggak punya, kita memiliki, yang setiap tahun juga melakukan vaksinasi imunisasi terhadap anak-anak kita," ujar Jokowi di Acara Kompas100 CEO Forum secara Virtual, Kamis (21/1/2021).

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10