1 Juta Kasus Covid, Presiden Ajak Semua Terlibat Protokol Kesehatan

"Harus ada sinergi antarelemen, mulai dari struktur paling atas di provinsi gubernur, bupati, walikota, sampai ke level bawah kades, RT, RW,"

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Rabu, 27 Jan 2021 16:11 WIB

Author

Resky Novianto

1 Juta Kasus Covid, Presiden Ajak Semua Terlibat  Protokol Kesehatan

Presiden Jokowi menerima suntikan dosis kedua vaksin covid-19 di Istana Kepresidenan, Rabu (27/01). (Setpres)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo (Jokowi)  memerintahkan para pengambil kebijakan di seluruh wilayah, mulai dari kepala daerah hingga level desa bahkan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) untuk bersinergi memperketat protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19. Jokowi juga mengingatkan pentingnya 3T testing, tracing, dan treatment serta kesiagaan fasilitas kesehatan yang tetap harus disiapkan. 

Langkah itu perlu diperkuat, lantaran angka Covid-19 tembus 1 juta kasus di dalam negeri.

"Harus ada sinergi antarelemen, mulai dari struktur paling atas di provinsi gubernur, bupati, walikota, sampai ke level bawah kades, RT, RW, semua harus dilibatkan agar yang namanya disiplin protokol kesehatan betul-betul bisa kita perkuat," ujar Jokowi dalam Acara Media Group Summit 2021, Rabu (27/1/2021).

Jokowi mengatakan penerapan 3T dan disiplin 3M, merupakan hal yang berjalan beriringan dengan program vaksinasi massal di Tanah Air. Sebelumnya, angka positif Covid-19 di Indonesia, kemarin (26/1) menembus 1 juta kasus. Hal itu memaksa pemerintah daerah di sebagian besar pulau Jawa Bali, kembali memperpanjang pembatasan sosial atau penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari mendatang.


Editor: Rony Sitanggang

Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10