Share This

Pengamat: Keberhasilan Bahrun Naim dan Jaringannya Karena kelihaian di Dunia Online

Kaderisasi pro-ISIS di dunia online semakin masif.

QUOTE OF THE DAY

Rabu, 21 Des 2016 18:00 WIB

Olah TKP teroris di Bekasi. (Antara)

Olah TKP teroris di Bekasi. (Antara)

Dalam waktu yang berdekatan, Tim Densus 88 berhasil meringkus para terduga teroris. Yang terbaru adalah penggerebekan di Bekasi dan Tangerang yang diduga masih dimotori kelompok yang sama, kelompok Bahrun Naim. Apalagi momen seperti hari raya atau tahun baru akan memberikan pesan lebih kuat terhadap keberadaan kelompok tersebut.

Menurut pengamat Terorisme Taufiq Andrie,ini menjadi bukti kaderisasi pro-ISIS di dunia online semakin masif.

“Saya kira letak keberhasilan Bahrun Naim dan jaringannya lebih didominasi oleh kelihaian mereka di dunia online, sehingga sel- sel itu terus betumbuh . Karena kan ini bukan yang pertama, saya kira ini diinisiasi tahun 2015, meskipun plan mereka banyak yang gagal. Tetapi proses konsolidasi kelompok ini setelah yang satu tertangkap, mereka bikin yang lain.Ini yang sulit diprediksi, harus lebih banyak melakukan upaya-upaya investigasi digital bagi aparat hukum Indonesia," ujar Taufiq Andrie. Simak quote selengkapnya di audio yang kami sajikan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.