Share This

Kampus Institut Agama Islam Al Aziziyah Runtuh, Pihak Kampus Pikirkan Penyelamatan Data

Pihak kampus tengah memikirkan strategi menyelamatkan data-data penting yang tertimbun reruntuhan gedung.

QUOTE OF THE DAY

Rabu, 07 Des 2016 15:15 WIB

Bangunan runtuh akibat gempa yang terjadi di Pidie Aceh. (Foto: Sutopo/BNPB)

Bangunan runtuh akibat gempa yang terjadi di Pidie Aceh. (Foto: Sutopo/BNPB)

Gempa Aceh 6,5 SR yang terjadi Shubuh tadi, ikut meruntuhkan Kampus Institut Agama Islam Al Aziziyah yang berada di Kabupaten Bireuen. Kampus ini mengalami kerusakan parah. Rektor IAI Al Aziziyah Tgk. Muntasir mengatakan, kini pihak kampus tengah memikirkan strategi menyelamatkan data-data penting yang tertimbun reruntuhan gedung.

Ia menambahkan,saat ini masih berlangsung proses evakuasi dibantu TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Gedung kampus utama, gedung rektorat, berikut dengan ada perpustakaan, kantor-kantor dekan, satu gedung itu runtuh. Semua fakultas, ada tiga fakultas, kantornya di satu gedung tersebut. Lantai satu runtuh, dan lantai yang lain ikut turun. Tetapi kondisinya memang sudah tidak bisa digunakan lagi," kata Muntasir Simak quote selengkapnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.