Share This

'Kalau Pabrik Semen Rembang Tak Jadi, Kita Semakin Terpuruk'

PT Semen Indonesia mengaku pasrah dan bakal mengikuti apapun putusan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait kelanjutan aktivitas penambangan di Rembang.

QUOTE OF THE DAY

Selasa, 06 Des 2016 18:00 WIB

Aksi jalan kaki petani kendeng. (Foto: Agus Pambudi/KBR)

Aksi jalan kaki petani kendeng. (Foto: Agus Pambudi/KBR)

Sekitar 300-an orang petani dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), saat ini melanjutkan perjalanan jalan kaki ke Semarang untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Aksi yang dimulai Senin 5 Desember ini menolak pendirian pabrik semen di kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Kendeng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika dihubungi KBR menjelaskan panjang lebar mengenai tanggapannya atas PK Mahkamah Agung. Namun, Ganjar menolak wawancaranya diudarakan sepotong-sepotong. Ia menginginkan penjelasannya sekitar 20 menit diudarakan secara utuh atau tidak sama sekali.

Sementara itu, PT Semen Indonesia mengaku pasrah dan bakal mengikuti apapun putusan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait kelanjutan aktivitas penambangan di Rembang. Sekretaris Perusahaan Agung Wiharko menegaskan, pihaknya bakal menghormati putusan Mahkamah Agung. Itu sebab, ia pun hanya bisa menunggu kebijakan eksekusi yang dipilih Pemerintah Provinsi. Meski begitu Agung merasa ada sesuatu yang tidak adil. Padahal, pihaknya hanya ingin mempertahankan kedaulatan semen dalam negeri

“Kenapa sih penambangan yang ada disekitarnya sejak tahun 1996 tidak dipermasalahkan. Kenapa kami yang sudah melengkapi, kami yang berkomitmen dengan penduduk, yang sekarang penduduk banyak mendapat manfaat dari kami, ini kok malah, menurut saya ini sesuatu yang aneh. Kalau pabrik Semen Rembang gak jadi, kita semakin terpuruk. Toh, kami siap bertanggungjawab mengenai daya dukung dan komitmen kami ke lingkungan. So what?” ujar Agung. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.