Share This

Abdullah Hehamahua : Yah, Namanya Juga Pimpinan KPK Sementara

Apa penilaian Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua, terkait kinerja KPK dibawah kepemimpinan Taufiqurahman Ruki?

Pekan lalu, KPK kembali coba dilemahkan dengan upaya penahanan penyidik seniornya, Novel Baswedan. Meski penahanan itu berhasil digagalkan setelah terjaid perdebatan panjang di Polres Bengkulu. Sebelumnya, Jaksa Penuntut KPK Yudi Kristiana juga tiba-tiba ditarik Kejaksaan Agung. Namun belakangan, ada kesepakatan penarikan ini menunggu Yudi menuntaskan kasus-kasus yang tengah ditanganinya. Belum lagi wacana revisi Undang-undang KPK yang kembali mencuat, di mana poin-poinnya melemahkan fungsi pemberantasan korupsi lembaga antirasuah ini. Dan banyak lagi upaya pelemahan lainnya.

Bahkan, kemarin, menurut catatan Koalisi Kawal KPK, kinerja lembaga antirasuah di bawah Ketua sementara KPK, Taufiqurahman Ruki dinilai gagal. Benarkah demikian? Apa penilaian Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua, terkait kinerja KPK dibawah kepemimpinan Taufiqurahman Ruki? 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.