Share This

Ade Komaruddin: 'Sekarang Pengabdian Terakhir Kepada Anggota DPR'

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ade Komarudin, rencananya akan dicopot dari kursi pimpinan dewan.

QUOTE OF THE DAY

Rabu, 23 Nov 2016 18:30 WIB

Ade Komaruddin (kanan). (Antara)

Ade Komaruddin (kanan). (Antara)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ade Komarudin, rencananya akan dicopot dari kursi pimpinan dewan. Sore ini, akan ada rapat Fraksi Golkar terkait hal tersebut. Meski begitu, Ade sudah diberitahu DPP melalui Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid terkait penggantian ini.

Sepanjang kariernya di dunia politik, Akom mengklaim tidak pernah melakukan kesalahan yang dianggap fatal, sehingga ia diberhentikan dari jabatan politiknya di tengah jalan.

"Saya yang fatal maupun yang tidak fatal. Insya Allah saya tidak pernah melakukan apapun, jadi kalau DPP menyimpulkan seperti itu, ya saya juga merasa seperti itu. Begini-begini, saya itu anggota DPR dari 1997. Saya setelah lulus SMA pesantren di Purwakarta. Orang kampung loh bukan orang kota. Saya bersyukur kepada Allah sampai hari ini Insya Allah saya selamat mengabdi kepada partai kepada negara ini dan saya akan selalu menyimpulkan dan menyampaikan kepada teman-teman, ini sekarang pengabdian terakhir kepada anggota DPR," jelasnya. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.