Share This

JJ Rizal: Gelar Pahlawan Nasional, Lebih Banyak Urusan Politik Daripada Urusan Sejarah

ada apa dibalik pemberian gelar pahlawan nasional Kita?

QUOTE OF THE DAY , PILIHAN REDAKSI , NASIONAL

Selasa, 10 Nov 2015 12:00 WIB

Pemberian gelar Pahlawan di Istana Negara. (KBR/Erric)

Pemberian gelar Pahlawan di Istana Negara. (KBR/Erric)

Masih ingat Sarwo Edhie Wibowo, mertua dari bekas Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono? Tahun 2014 lalu, namanya santer disebut akan dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Namun belum sempat Ia dikukuhkan, petisi penolakan lahir dari Change.Org. Alhasil, gagal lah ayah dari Ani Yudhoyono menjadi Pahlawan Nasional.

Tapi ternyata tahun ini, berdasar Keppres dan rekomendasi Dewan Gelar, rencananya Sarwo Edhie akan dinobatkan lagi menjadi pahlawan nasional.

Kita sedikit mengingat lagi, petisi Tolak Sarwo Edhie jadi pahlawan muncul lantaran beberapa laporan menjabarkan peran Sarwo Edhie sebagai dalang pembunuhan ratusan ribu pendukung Sukarno, yang dianggap sebagai simpatisan komunis, saat tragedi 1965 lalu.

Nah, ada apa dibalik pemberian gelar pahlawan nasional Kita..? Berikut pendapat Sejarawan, JJ Rizal. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.