Share This

Effendi Gazali: Saya Sulit Membedakan Antara Penghinaan Dan Kritik

Aspeknya meliputi suku, agama, aliran keagamaan, ras, antar golongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual.

Media sosial, belakangan ini ramai dengan hashtag atau tagar #HateSpeech atau ujaran kebencian. Ada yang setuju, ada pula yang tidak. Tagar itu berangkat dari adanya surat edaran kepolisian yang mengatur soal Penanganan Ujaran Kebencian, seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dsb, yang bertujuan atau berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, hingga penghilangan nyawa.

Aspeknya meliputi suku, agama, aliran keagamaan, ras, antar golongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual. Ujaran kebencian itu bisa melalui media kegiatan kampanye, spanduk, jejaring media sosial, demonstrasi, ceramah keagamaan, media massa cetak maupun elektronik.

Nah, bagaimana Pengamat Komunikasi Politik, GIB (Gerakan Indonesia Bersih) Effendi Gazali, melihat hal ini..?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.