Share This

Aksi 4 November, Jokowi: Demonstrasi Boleh Saja, Asalkan....

Presiden Joko Widodo meminta peserta aksi untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak memaksakan kehendak.

QUOTE OF THE DAY

Senin, 31 Okt 2016 18:45 WIB

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Antara)

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Antara)

Di media sosial hari ini ramai tagar #Aksi4Nov. Aksi yang akan dilakukan oleh anggota ormas Islam dan LSM Islam dari berbagai daerah pada 4 November 2016 nanti, jumlahnya diperkirakan ribuan. Aksi tersebut untuk menyikapi pernyataan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo meminta peserta aksi untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak memaksakan kehendak.

"Demonstrasi ini adalah hak setiap warga, silakan boleh, boleh saja demonstrasi. Tapi yang penting jangan memaksakan kehendak, atau yang merusak yang anarkis. Berbicara di media sosial juga demokrasi, tapi ada batas-batasnya, ada etikanya, ada sopan santunnya di situ. Hati-hati." ujar Jokowi. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.