Share This

Mudik Gratis Turunkan Profit Pengusaha Bus Antar Kota Antar Porvinsi

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tidak menyetujui mudik gratis ini. Mengapa demikian?

QUOTE OF THE DAY , PILIHAN REDAKSI

Selasa, 21 Jul 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (Ridlo/KBR)

Ilustrasi. (Ridlo/KBR)

Maraknya mudik gratis yang diselenggarakan oleh perusahaan besar atau pemerintah saat arus mudik lebaran, memang menguntungkan bagi penumpang,  tapi tidak untuk pengusaha bus reguler antar kota antar provinsi. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tidak menyetujui mudik gratis ini. Mengapa demikian? Berikut penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.