Share This

Edi Saidi: Perda Operasi Yustisi Harus Dicabut Karena Banyak Mudaratnya

Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Jakarta menjadi kota yang terbuka, sehingga orang darimana saja bisa kapanpun datang ke Jakarta.

QUOTE OF THE DAY

Senin, 20 Jul 2015 13:00 WIB

Operasi Yustisi. (Antara)

Operasi Yustisi. (Antara)

Operasi Yustisi di Jakarta biasanya digelar pasca lebaran, karena dikhawatirkan banyak pemudik yang membawa saudaranya dari kampung untuk mencari pekerjaan di Jakarta ini. Bisa dibayangkan dong penduduk Jakarta akan bertambah banyak. Namun tahun ini Jakarta tidak melakukan operasi tersebut. Alasannya sih di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Jakarta menjadi kota yang terbuka, sehingga orang darimana saja bisa kapanpun datang ke Jakarta. Namun Perda atau Peraturan Daerah Operasi Yustisi ini masih ada. Menurut aktivis LSm Konsorsium Masyarakat Miskin Kota Edi Saidi mengatakan Perda Operasi Yustisi ini harus dicabut karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Mengapa demikian? berikut penuturannya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.