Remaja

Setidaknya sudah lima kali aksi penjarahan dilakukan. Sasarannya dari mulai toko, warung, hingga pedagang kecil penjual gorengan tak luput dari jarahan mereka.

OPINI , EDITORIAL

Rabu, 27 Des 2017 05:14 WIB

Author

KBR

Delapan dari 27 anggota geng motor penjarah toko pakaian Depok.

Delapan dari 27 anggota geng motor penjarah toko pakaian Depok ditangkap (foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso).

Sebanyak 27 remaja warga Depok --tiga di antaranya perempuan-- tampaknya akan terpaksa melewati malam pergantian tahun dari balik jeruji penjara. Polisi menangkap mereka yang mayoritas di bawah umur itu atas sangkaan menjarah toko pakaian. Dari rekaman kamera pemantau tampak puluhan remaja itu dengan leluasa mengangkuti barang dagangan. Penjaga toko yang diancam hanya pasrah melihat dagangan senilai belasan juta itu diangkut para remaja penjarah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepolisian menggunakan pendekatan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang terlibat tindak pidana ini. Selain itu KPAI berencana  berkoordinasi dengan  penyidik  untuk menggunakan sistem peradilan anak atau upaya lain di luar pengadilan. Tujuannya tentu demi masa depan si anak. Apalagi sudah jadi rahasia umum, penjara malah kerap jadi sekolah kriminal meningkatkan kemampuan.

Kepolisian menyebut para remaja itu bukan kali ini saja melakukan aksi. Setidaknya sudah lima kali aksi penjarahan dilakukan. Sasarannya dari mulai toko, warung, hingga pedagang kecil penjual gorengan tak luput dari jarahan mereka. Sebagian remaja yang ditangkap itu  mengaku hanya ikut-ikutan. Itu sebab KPAI mengingatkan para orang tua agar memastikan anak beraktifitas dengan aman alias mengetahui dengan siapa mereka berinteraksi.

Deteksi dini itu penting untuk memastikan anak tak terjerat solidaritas semu yang berujung pidana. Polisi, KPAI, juga orang tua mesti menjamin masa depan para remaja itu tak rusak lantaran salah bergaul. Rehabilitasi sosial bisa jadi sarana memperbaiki dan mempertanggungjawabkan tindakan para remaja itu.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 10 - 16 Agustus 2019

Season 2 Eps.2: Pro Life dan Pro Choice