Makar

Makar adalah tudingan yang serius. Definisinya adalah upaya menggulingkan pemerintah yang sah – dalam hal ini, dengan cara permufakatan atau bersama-sama.

OPINI | EDITORIAL

Senin, 05 Des 2016 10:54 WIB

Author

KBR

Politisi Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua

Politisi Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat (2/12) (foto: Antara)


Sri Bintang Pamungkas serta kakak beradik Rizal dan Jamran sampai saat ini masih mendekam di tahanan polisi. Sri Bintang ditahan dengan pasal makar, terkait konten di YouTUbe. Sri Bintang juga memiliki surat ajakan menggelar Sidang Istimewa MPR untuk memakzulkan presiden. Secara terbuka, ia menuntut MPR mencabut mandat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara itu Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet, mengakui memang ada pertemuan dan rapat. Betul, mereka mengkritik Pemerintah, tapi bukan untuk makar.

Makar adalah tudingan yang serius. Definisinya adalah upaya menggulingkan pemerintah yang sah – dalam hal ini, dengan cara permufakatan atau bersama-sama. Ini termasuk kejahatan berat dalam sistem hukum Indonesia.  Ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati. Menurut bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, perlu ada bukti kuat terjadi penggulingan atau penjatuhan pemerintah secara tidak sah dan melanggar hukum. Yang jelas, mendorong adanya Sidang Istimewa untuk mencopot Presiden sudah tak tepat lagi. Sesuai UUD 1945 yang sudah diamandemen, MPR tak lagi bisa memberhentikan Presiden tanpa  melalui proses impeachment. 

Pasal makar seringkali dianggap ‘pasal karet’ yang bisa menekan kebebasan berekspresi. Polisi mengaku sudah punya bukti: mulai dari tulisan tangan, monitoring percakapan sampai bukti elektronik. Polisi mesti memastikan kalau bukti tersebut cukup kuat untuk masuk ke tudingan  makar. Sebab jika pandangan politik yang berbeda serta merta dianggap makar, ruang berpendapat dan berdemokrasi semakin sempit. Dan aura ketakutan seperti merebak ke mana-mana. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat diminta Tingkatan Kualitas Pengamanan Pejabat Negara