Jokowi Harus Berani

Pansel Capim KPK meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah. Dari mulai dugaan melanggar etik hingga punya pikiran mengebiri kewenangan lembaga antirasuah.

OPINI | EDITORIAL

Selasa, 03 Sep 2019 00:46 WIB

Author

KBR

Pansel Capim KPK serahkan 10 nama ke Jokowi

Pansel menyerahkan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Wahyu Putro A).

Kekuatiran para pegiat antikorupsi terbukti. Panitia Seleksi (Pansel) Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah. Dari mulai dugaan melanggar etik hingga punya pikiran mengebiri kewenangan lembaga antirasuah. 

Sejak jauh hari para aktivis mempersoalkan sejumlah nama yang ditengarai bermasalah namun lolos hingga seleksi 20 besar. Dan kekuatiran itu terbukti setelah kemarin Pansel menyerahkan 10 nama kepada Presiden Joko Widodo . 

Pansel bak menyerahkan bara pada Presiden. Bara yang kelak bisa membakar habis rumah tempat bersemayam harapan akhir pada pemberantasan korupsi. Itulah yang akan terjadi jika Presiden meneruskan begitu saja 10 nama itu pada parlemen untuk menjalani uji kepatutan dan kepantasan.

Itu sebab kita mendesak Presiden menganulir sejumlah nama. Tak selayaknya nama yang ditengarai tak berintegritas diserahkan pada DPR. Kecuali tentu saja bila memang kehancuran KPK dari dalam yang diinginkan Jokowi.

Meminjam tulisan spanduk saat aksi Koalisi Masyarakat Sipil pada dua hari lalu "Jokowi Harus Berani". Pesan itulah yang kita suarakan pada orang nomor satu di negeri ini. Berani mengambil sikap untuk hanya mengajukan nama-nama yang berani, berintegritas, dan bersih untuk menjadi calon pemimpin KPK. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap