Share This

Yang Mulia, Baca Amicus Curiae Meliana!

MaPPI menilai Hakim Pengadilan Negeri Medan belum bisa membuktikan unsur kesengajaan dari perbuatan Meiliana.

OPINI , EDITORIAL

Jumat, 14 Sep 2018 02:32 WIB

Aksi dukungan moral untuk Meiliana

Aksi dukungan moral di Semarang kepada Meiliana, warga Tanjung Balai, Sumatera Utara dalam kasus penistaan agama. (Foto: Antara/Aji Styawan).

Meiliana masih mendekam di penjara Tanjung Balai, Sumatera Utara. Ucapan Meiliana soal volume azan membuatnya dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara. Sementara 8 orang yang merusak dan membakar klenteng dan vihara pasca ucapan Meiliana divonis rata-rata sebulan. 

Kini ada dokumen Amicus Curiae atau Sahabat Pengadilan yang diajukan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia, MaPPI. Ini adalah sumbangsih pemikiran bagi hakim dalam memutuskan perkara. MaPPI menilai Hakim Pengadilan Negeri Medan belum bisa membuktikan unsur kesengajaan dari perbuatan Meiliana. Hakim juga dianggap terlalu bersandar pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI ) dalam mengambil putusan. Padahal fatwa tak mengikat secara hukum. 

Meiliana sudah mengajukan banding. Ini saatnya majelis hakim mempertimbangkan dokumen Amicus Curiae. Sejarah mencatat, dokumen serupa bisa berujung vonis bebas; misalnya untuk kasus pencemaran nama baik oleh Prita Mulyasari. Hakim semestinya paham soal nilai hukum dan rasa keadilan di tengah masyarakat. Karenanya, bacalah Amicus Curiae dan bebaskan Meiliana. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.