Share This

S.O.S., KPK dalam Bahaya!

Di tengah keprihatinan publik terhadap kondisi KPK, banyak orang tertawa riang. Orang-orang yang menginginkan KPK lemah, sehingga orang-orang yang menikmati uang haram bisa lepas dari jeratan.

OPINI , EDITORIAL

Jumat, 01 Sep 2017 09:12 WIB

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman memberikan keterangan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Pansus Hak Angket KPK (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Nama Aris Budiman tiba-tiba memenuhi berbagai pemberitaan media massa. Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mencuri perhatian publik ketika menghadiri rapat Panitia Khusus Angket Kinerja KPK di DPR. Ia tetap hadir, meski dilarang pimpinan KPK.

Bagi sebagian orang, terutama pendukung Pansus Angket, Aris Budiman tampil bak pahlawan. Ia membuka rahasia dapur KPK. Namun, sebagian lain menganggap Aris Budiman sebagai penyusup dan pengkhianat. Seorang pemain yang layak dikartu merah, dikeluarkan dari KPK. Apalagi, belakangan Aris Budiman yang berpangkat Brigadir Jenderal Polisi itu melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Polisi pun merespon cepat laporan itu.

KPK sedang dalam bahaya. Di tengah serangan bertubi-tubi dari politisi di DPR, KPK harus menghadapi pembusukan dari dalam. Aris Budiman bukan satu-satunya pegawai KPK yang mbalelo terhadap pimpinan. Salah seorang bekas pimpinan KPK pun meragukan loyalitas pegawai KPK yang berasal dari institusi Polri, seperti Aris Budiman.

Di tengah keprihatinan publik terhadap kondisi KPK, banyak orang tertawa riang. Orang-orang yang menginginkan KPK lemah, sehingga orang-orang yang menikmati uang haram bisa lepas dari jeratan. Tampilnya Aris Budiman ke permukaan makin menguatkan dugaan saat ini KPK sedang menghadapi kegentingan, lebih genting dari situasi Cicak versus Buaya sebelumnya.

Publik berharap pimpinan KPK bergegas melakukan tindakan tegas, pembersihan internal, dan menata kembali struktur di dalamnya. Pimpinan KPK harus menyadari situasi ini tidak bisa dibiarkan lebih lama, karena bisa menjatuhkan mental dan semangat pegawai KPK secara keseluruhan. Sedangkan, di pundak pimpinan KPK terdapat tanggung jawab yang berat: menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.