Menjaga Marwah KPK

KPK menilai ada nama calon yang punya catatan miring, misalnya karena tak patuh dalam melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. Ini tak boleh dipandang enteng.

OPINI , EDITORIAL

Senin, 26 Agus 2019 00:02 WIB

Author

KBR

Pengumuman 20 nama capim KPK yang lolos tes

Ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih menyatakan 20 orang berhasil lulus dalam tes kemudian menjalani tes kesehatan serta wawancara dan uji publik. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

Hari ini, 20 calon pimpinan KPK akan mengikuti tes kesehatan. Dilanjut tes wawancara dan uji publik di hari-hari berikutnya. Ada banyak catatan dari publik yang membayangi lolosnya 20 orang ini. KPK sendiri menilai ada nama calon yang punya catatan miring, misalnya karena tak patuh dalam melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. Ini tak boleh dipandang enteng, mengingat kita punya harapan besar terhadap lembaga negara bernama KPK . Jika laporan harta kekayaan saja tak dipenuhi, bisakah kita yakin akan integritas calon pimpinan lembaga antirasuah yang seperti itu?

Lolosnya 20 nama dari tangan Pansel Capim KPK  ini juga memicu kelahiran petisi. Isinya, meminta Presiden Joko Widodo  mencoret nama-nama capim yang diduga bermasalah. Rekam jejak capim KPK adalah kunci kepercayaan publik. Kita tak minta malaikat suci tanpa dosa, tapi kita butuh KPK yang kuat, yang dipimpin oleh orang-orang dengan etika dan integritas tinggi. Di antara begitu banyak lembaga negara, bisa dibilang hanya KPK yang paling bisa dipercaya. Karena KPK mesti menjaga marwahnya sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi.

KPK lahir karena korupsi sudah jadi bahaya laten yang menggerogoti semua sendi kehidupan kita. KPK dibentuk karena lembaga penegak hukum yang ada dianggap belum mampu memberantas korupsi secara maksimal. KPK adalah sandaran bagi rasa frustrasi publik. Sejarah KPK menunjukkan pelemahan bisa datang kapan saja, dari mana saja. Jika sendi-sendi calon pimpinan KPK tak dijaga sejak awal, maka kita patut khawatir akan kencangnya tabuhan genderang antikorupsi di hari-hari mendatang.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Revisi UU KPK Disahkan, Koalisi Masyarakat Ajukan Uji Materi