Sampah Plastik

Jumlah sampah plastik naik 3% dalam tiga tahun belakangan. Hati pun pilu setiap kali mendengar kabar soal binatang yang mengira plastik adalah makanan… saking banyaknya sampah plastik di lautan.

OPINI | EDITORIAL

Senin, 29 Jul 2019 00:27 WIB

Author

KBR

Aksi menolak plastik sekali pakai

Vokalis Band Slank, Kaka bersama aktivis lingkungan mengajak masyarakat berhenti menggunakan plastik sekali pakai. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Pemerintah tengah bersiap menerapkan cukai untuk kantong plastik. Suatu langkah yang baik karena kita juga lihat betapa buruknya dampak sampah. Kita pun bisa jadi masih terus mengeluarkan sampah plastik dalam kegiatan sehari-hari.

Pendorong utama ide cukai kantong plastik adalah Kementerian Keuangan. Data yang disodorkan jelas: 16% sampah di Indonesia adalah sampah plastik, jumlah sampah plastik pun naik 3% dalam tiga tahun belakangan. Hati pun pilu setiap kali mendengar kabar soal binatang yang mengira plastik adalah makanan… saking banyaknya sampah plastik di lautan. 

Setiap orang punya jalurnya sendiri-sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Kita tahu ada banyak gerakan di tengah publik untuk memakai tas kain, minum dengan sedotan stainless dan lainnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun baru-baru ini memulai Gerakan 1 Juta Tumbler untuk mengurangi sampah plastik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menempatkan cukai kantong plastik sebagai suatu kebijakan untuk mengurangi konsumsi plastik. Caranya, dengan memanfaatkan instrumen fiskal bernama cukai untuk mengendalikan konsumsi barang yang dampaknya destruktif. Hal lain yang juga kena cukai misalnya rokok – dan kita tahu persis betapa buruk dampaknya bagi masyarakat. Dana yang masuk lewat jalur cukai ini akan dipakai untuk menanggulangi dampak buruk barang yang dikenakan cukai itu.

Ini adalah bagian dari ikhtiar kita menjaga keberlangsungan hidup dan bumi; sesuai peran masing-masing. Kita tak lagi butuh langkah-langkah kecil, namun intervensi besar-besaran, dari berbagai penjuru, untuk menyelamatkan kita dari plastik --- sebelum kita menyesal lantaran tak melakukan apa-apa. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Sejumlah Daerah Protes Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia