Penerimaan Murid

Mereka memprotes sejumlah hal, dari mulai sistem zonasi, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), nilai jalur prestasi sampai daring yang ngadat.

OPINI | EDITORIAL

Selasa, 10 Jul 2018 05:56 WIB

Author

KBR

Sejumlah siswa melakukan pendaftaran Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara daring di SMPN 1 Slawi, K

Sejumlah siswa melakukan pendaftaran Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara daring di SMPN 1 Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (2/7). (Foto: Antara/Oky Lukmansyah).

Pekan-pekan ini banyak orang tua resah. Penyebabnya, buah hati belum mendapat sekolah negeri yang diidamkan. Hingga kemarin, masih ratusan orang tua dan calon murid yang menggelar aksi di sejumlah daerah. Sasarannya kantor kepala daerah dan dinas.

Mereka memprotes sejumlah hal, dari mulai sistem zonasi, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), nilai jalur prestasi sampai daring yang ngadat. Sistem ini bukan baru kali ini dilakukan. Tahun lalu pun sudah, juga dengan problem serupa. 

Semestinya problem dievaluasi agar tak terulang. Teknologi juga sistem dibuat tentu untuk memudahkan, memeratakan dan memberi keadilan. Bukannya mengundang masalah lalu membuat stres orang tua dan anak.

Ada banyak solusi yang bisa ditempuh. Mulai sosialisasi gencar, penjadwalan yang ketat, pengawasan hingga rencana cadangan atau alternatif bila ada masalah di lapangan. Jangan sampai generasi muda harapan bangsa jadi korban ketidakbecusan pejabat dan kehilangan haknya mendapat pendidikan yang baik dan benar.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme