Share This

Situs

Pelaku merusak sejumlah barang, juga meninggalkan ancaman tertulis: jangan jadikan tempat ini sebagai lokasi pemujaan.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 25 Jul 2017 10:25 WIB

Situs Calonarang  dirusak orang

Situs cagar budaya yang diperkirakan dibangun pada periode Majapahit (1293-1478 Masehi) dirusak orang (foto: Antara).

Polisi Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa, Timur kemarin memeriksa situs Calonarang peninggalan Kerajaan Khadiri di Desa Sukorejo.  Penyelidikan dilakukan lantaran Sabtu lalu situs itu dirusak orang. Pelaku merusak sejumlah barang, juga meninggalkan ancaman tertulis: jangan jadikan tempat ini sebagai lokasi pemujaan.

Tiga tahun silam juga terjadi perusakan di lokasi yang kerap dijadikan tempat ziarah tersebut. Saat itu penjaga atau juru kunci ditengarai sebagai pelakunya. Kepolisian Kediri lantas turun tangan menghentikan perusakan yang terjadi akibat juru kunci menambah bangunan baru di tempat temuan purbakala.

Saat penggalian 6 tahun lalu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto belum bisa memastikan situs tersebut benar merupakan makam Calonarang. Dari temuan berbagai benda kuno di lokasi Arkeolog BP3 hanya berani memastikan situs itu adalah benar peninggalan masa lalu. BP3 merekomendasikan agar  Pemerintah menetapkan tempat tersebut sebagai cagar budaya untuk menjaga kelestariannya. 

Tapi hingga dua perusakan terjadi, tak ada kejelasan status tempat tersebut. Sembari mencari pelaku perusakan atas dasar keyakinan,  pemerintah sepatutnya menjaga dan melestarikan peninggalan masa lalu. Dari berbagai peninggalan yang dilestarikan  dari situs Calonarang kita bisa belajar bagaimana merawat kebangsaan dan keberagaman.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.