Keadilan bagi Korban

Kala reformasi 98 tiba, sempat muncul gagasan potong satu generasi. Semangatnya adalah membersihkan royan, penyakit yang timbul setelah lahirnya sebuah generasi baru.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 14 Mei 2019 00:01 WIB

Author

KBR

Eks Aktivis 98 berziarah

Eks aktivis '98 berziarah ke makam pahlawan reformasi Elang Mulya Lesmana dan Hery Hartanto saat 21 tahun Tragedi Trisakti 1998. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso).

Korban ratusan jiwa pada 21 tahun silam nyaris sia-sia. Hilangnya nyawa dari mulai mahasiswa hingga rakyat biasa tak jelas siapa yang bertanggungjawab. Berhentinya sang tiran Soeharto dari kekuasaannya selama 32 tahun bukan akhir. Sanak, kerabat, kroni masih merajalela hingga kini.

Begitulah buah reformasi setengah hati. Tentu tak bisa dipungkiri ada  banyak perubahan baik yang terjadi. Tapi, tak kurang banyaknya keburukan yang masih meruyak. Merusak hingga ke sendi-sendi bangsa ini, nyaris tanpa kita sadari.

Kala reformasi 98 tiba, sempat muncul gagasan potong satu generasi. Semangatnya adalah  membersihkan royan, penyakit yang timbul setelah lahirnya sebuah generasi baru. Tentu bukan dimaksudkan untuk membalas dendam, tumpas langis atau  memusnahkan hingga tak ada yang bersisa. Tapi memberi kesempatan generasi yang lebih segar dan tak terkontaminasi keburukan rezim yang puluhan tahun berkuasa.

Memasuki bulan peringatan reformasi, langkah perbaikan bisa dilakukan. Tak perlu potong satu generasi, tapi mengungkap dan menuntaskan dugaan pelanggaran HAM berat penembakan mahasiswa Trisakti dan korban kerusuhan. Kita mengawali perubahan dengan memberi keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Dengan begitu satu noktah sejarah terbuka dan diperbaiki. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945