Berhenti

Hari-hari ini ada kemiripan dengan 21 tahun silam. Isu merebak, massa digerakkan. Penumpang gelap bersiap mencuri kesempatan.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 21 Mei 2019 02:52 WIB

Author

KBR

Polisi berjaga di depan kantor KPU

Sejumlah personel kepolisian berjaga di depan kantor KPU, Jakarta.(Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

Pada 21 tahun silam, penguasa diktator Soeharto memutuskan berhenti dari 32 tahun kekuasaannya. Pernyataan itu kontan disambut sorak-sorai ribuan mahasiswa yang sudah berhari-hari menduduki gedung parlemen. 

Pada Kamis pukul 9 pagi Waktu Indonesia Barat itu belum genap 3 bulan Soeharto menjadi presiden lagi. Dia untuk ketujuh kalinya dipilih dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998. Wakil Presiden BJ Habibie lantas menggantikan Soeharto, sebagaimana amanat konstitusi.

Dalam satu dua hari ini konstitusi juga tengah diuji. Prosedur pergantian Presiden yang menjadi kesepakatan bersama dipersoalkan. Bahkan penyelenggara kontestasi yang dipilih bersama jauh hari dituduh curang bila calonnya kalah. Istilah people power yang kemudian  diganti kedaulatan rakyat lantas digaungkan.

Hari-hari ini ada kemiripan dengan 21 tahun silam. Isu merebak, massa digerakkan. Penumpang gelap bersiap mencuri kesempatan. 

Hentikan! Jangan sampai jatuh tumbal lagi untuk kekuasaan. Selesaikan melalui jalur bermartabat. Hanya pada konstitusi dan undang-undanglah semestinya kita bersandar. Jalur itulah yang semestinya ditempuh, jika ingin republik tetap tegak di tanah air ini. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia