Rekonsiliasi

Honduras yang 2017 lalu babak belur sesudah pemilu. Dua kubu yang sama-sama yakin menang terus bikin suasana di negara itu tegang hingga berujung pada kekerasan.

OPINI | EDITORIAL

Kamis, 25 Apr 2019 00:37 WIB

Author

KBR

Ilustrasi: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

Ilustrasi: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo (Foto: Antara)

Kata ini dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di malam hari Pemilu 17 April lalu. Lantas diulang lagi Senin lalu ketika bertemu sejumlah tokoh Islam. Kedua capres diharap bisa menenangkan para pendukungnya, untuk menunggu dan mengawasi hasil rekapitulasi KPU. 

Pemilu adalah pesta demokrasi. Bahwa kita saling beda pilihan, ya biasa saja. Tapi yang kita lihat justru sebaliknya - suhu politik tak kunjung adem. Kita mesti bisa mencegah agar situasi krisis politik pascapemilu yang bakal mengganggu cita-cita bersama memajukan bangsa. 

Tidak perlu mencari contoh jauh ke Honduras yang 2017 lalu babak belur sesudah pemilu. Dua kubu yang sama-sama yakin menang terus bikin suasana di negara itu tegang hingga berujung pada kekerasan. Kita punya pelajaran dari pelaksaan pilkada Jakarta dan kita emoh kembali pada situasi semacam itu. Maka sudah, hentikan sikap saling curiga dan bermusuhan.

Wacana rekonsiliasi nasional direalisasikan saja. Lebih cepat lebih baik  Jika pemimpin dan para elit kembali bersatu, masyarakat niscaya ikut sejuk. Dan tidak perlu menunda niat baik ini hingga hasil penghitungan suara remi diumumkan oleh KPU. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas