Terima Kasih Garuda Muda

Prestasi yang diraih para Garuda Muda itu seperti tamparan ke muka para petinggi klub, para petinggi PSSI, juga wasit, bahwa mereka belum terbeli.

OPINI | EDITORIAL

Rabu, 27 Feb 2019 00:30 WIB

Author

KBR

Osvaldo merayakn golnya saat Indonesia Juara AFF U22

Osvaldo Ardiles Haay merayakan golnya ke gawang Thailand dalam Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana).

Stadion Olympic di Kota Phnom Penh, Kamboja menjadi saksi tangis dan kegembiraan tim sepak bola muda Indonesia. Di babak puncak turnamen sepakbola Piala AFF U22  malam tadi, Timnas Indonesia menaklukkan raksasa sepakbola Asia Tenggara Thailand. Juara Piala AFF tahun ini menjadi milik Indonesia.

Stadion Olympic Kamboja juga menjadi saksi, betapa sepak bola Indonesia belum habis, meski tengah dilanda prahara. Mafia bola, skandal pengaturan skor yang membelit pengurus PSSI, klub sepak bola hingga wasit sudah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia. 

Toh, para Garuda Muda tak patah semangat. Mereka tak terpengaruh dengan itu semua, dan tetap bekerja keras hingga pertandingan berakhir. Pelatih Indra Sjafrie dan anak asuhnya kembali menunjukkan bahwa semangat bisa mengalahkan apa saja. Ini menjadi gelar juara Piala AFF kedua yang dipersembahkan Indra Sjafrie kepada Indonesia, sejak piala pertama diraih pada 2013.

Meski kemampuan para pemain muda itu masih banyak kekurangan, apa yang mereka suguhkan malam tadi menjadi angin segar bagi para pecinta bola di tanah air. Apalagi, sudah cukup lama timnas Indonesia puasa gelar.

Prestasi yang diraih para Garuda Muda itu seperti tamparan ke muka para petinggi klub, para petinggi PSSI, juga wasit, bahwa mereka belum terbeli. Mereka memilih kerja keras dengan kepala tegak. Tanpa mengorbankan harga diri, martabat, dan sportivitas demi uang, seperti yang dilakukan para jejaring mafia pengaturan skor. 

Terima kasih Coach Indra Sjafrie, terima kasih para Garuda Muda. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun