Share This

Komunisfobia dan Gangguan Psikologi

Rizieq Shihab hanya satu dari sekian banyak orang yang kerap melontarkan tuduhan PKI atau komunis terhadap seseorang atau sesuatu yang diasosiasikan dengan simbol palu arit.

OPINI , EDITORIAL

Kamis, 26 Jan 2017 08:05 WIB

Rizieq Shihab tentang logo mirip palu arit.

Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, terkait dugaan kasus penghinaan rectoverso di lembaran uang baru dari Bank Indonesia, yang disebutny

Kepolisian Jakarta akan memanggil sejumlah ahli untuk diminta masukan terkait kasus tuduhan ada simbol palu arit dalam uang kertas keluaran Bank Indonesia. Tuduhan itu dilontarkan petinggi ormas FPI Rizieq Shihab. Rizieq dilaporkan ke polisi atas tuduhan penyebaran kebencian.

Rizieq Shihab hanya satu dari sekian banyak orang yang kerap melontarkan tuduhan PKI atau komunis terhadap seseorang atau sesuatu yang diasosiasikan dengan simbol palu arit. Tuduhan komunis juga kerap dikaitkan dengan Cina atau Tiongkok, salah satu dari segelintir negara di dunia yang masih menganut paham komunis.

Terkait itu, kita mengenal istilah komunisfobia dan sinofobia. Komunisfobia, istilah untuk menggambarkan ketakutan berlebihan dan tidak berdasar terhadap sesuatu mengenai komunis atau hal-hal berbau komunisme. Juga pemikiran-pemikiran Marxisme, atau pemikiran kiri lain. Termasuk simbol palu arit. Sedangkan sinofobia, sebutan bagi gejala sentimen ekstrem terhadap orang atau segala sesuatu terkait etnis, simbol atau kultur budaya Cina atau Tiongkok.

Fobia biasanya dianggap sebagai gangguan psikologi yang membuat orang ketakutan, merasa terancam hidupnya dan terganggu setiap hari. 

Mungkin ada orang yang tidak sepaham atau marah jika ketakutan terhadap komunis di Indonesia masuk kategori gangguan psikologi. Namun, ketakutan yang terjadi saat ini sudah bisa dikatakan akut bahkan tidak masuk akal. Segala sesuatu kerap diasosiasikan dengan simbol-simbol komunis, dimirip-miripkan dengan simbol palu arit, menggunakan ilmu cocoklogi, lantas dijadikan pembenaran untuk menyuarakan kebangkitan komunis di Indonesia. Seperti sifat fobia yang bisa menular, komunisfobia dan sinofobia juga mudah mempengaruhi orang lain, apalagi jika dijadikan gerakan kampanye massal oleh tokoh publik.

Kita khawatir gangguan mental seperti komunisfobia maupun sinofobia di negeri ini makin menjadi-jadi, hingga butuh waktu untuk terapi massal. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.