Culik

Pria itu dihakimi warga lantaran dicurigai penculik anak-anak. Belakangan diketahui korban ternyata orang dengan gangguan jiwa.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 06 Nov 2018 01:25 WIB

Author

KBR

Ilustrasi: Penyebaran berita palsu

Ilustrasi: Penyebaran berita palsu

Minggu pagi itu seorang tak dikenal menjadi sasaran kemarahan warga saat melintas di  Cilodong, Depok. Pria itu dihakimi warga lantaran dicurigai penculik anak-anak. Belakangan diketahui korban ternyata orang dengan gangguan jiwa.

Pria itu bukan yang pertama. Beberapa hari sebelumnya hal serupa terjadi di Kebun Jeruk, Jakarta Barat, dan Bintaro, Jakarta Selatan. Bedanya di kedua tempat itu korban sangkaan penculik anak itu perempuan, juga dengan gangguan jiwa.

Beruntung amuk warga tak makan korban jiwa. Maret tahun lalu isu serupa menelan korban jiwa.  Warga menghakimi hingga tewas seorang pria tanpa identitas atas sangkaan penculik anak. Saat memeriksa korban, polisi menduganya sebagai orang dengan gangguan jiwa.

Mumpung belum jatuh korban jiwa, sepatutnya polisi segera memburu dalang penyebar hoaks penculikan anak. Tindakan tegas tak boleh berhenti  hanya pada warga yang was-was, lantas tanpa pikir panjang menyebarkan hoaks penculikan anak. Kepada mereka ini cukup diingatkan dan diarahkan untuk pikir, saring sebelum membagikan apapun yang diterima melalui media sosial. Sedangkan dalang hoaks penculikan anak, tak ada ampun, penjara ganjarannya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.