'Kamu tidak pantas dilahirkan!'

Sungguh biadab. Tidak ada hak bagi siapa pun untuk menyebut seseorang tidak layak dilahirkan. Kedua waria ini juga dihardik ketika menyebut nama Tuhan karena mereka dianggap tak punya hak akan Tuhan.

OPINI | EDITORIAL

Jumat, 23 Nov 2018 02:52 WIB

Author

KBR

Ilustrasi: Tindak kekerasan

Ilustrasi: Tindak kekerasan

Begitu sergah 50an laki-laki berbaju putih-putih ketika mengejar, memukuli, menelanjangi serta memotong paksa rambut dua waria yang jadi sasaran. Ini terjadi di Bekasi, di malam peringatan Maulid Nabi Muhammad. 

Sungguh biadab. Tidak ada hak bagi siapa pun untuk menyebut seseorang tidak layak dilahirkan. Belum lagi kedua waria ini juga dihardik ketika menyebut nama Tuhan karena mereka dianggap tak punya hak akan Tuhan. 

Coba kita teliti sejenak: apa salah dia dengan jadi waria? Di mata Tuhan, semua tercipta sempurna. Di mata hukum, tak ada aturan hukum yang dilanggar dengan menjadi waria. Sekarang kita lihat para penyerang, apa yang mereka langgar? Banyak. Karena waria punya hak yang sama dengan semua orang untuk hidup bebas, tenang dan aman. Dan hak mereka mesti dilindungi negara. Selain itu melakukan kekerasan terhadap orang lain jelas sebuah perbuatan melawan hukum. Jika mereka menganggap jadi waria itu berdosa, kenapa mesti repot-repot mengurusi dosa orang lain?

Mereka yang memukuli waria itu masih muda. Tapi berpikiran sempit. Tapi berbuat keji kepada orang yang dianggap berbeda. Tapi mengotori tangannya dengan ketidakmampuan menghadapi keragaman. Sungguh ngeri membayangkan Indonesia di tangan orang-orang seperti mereka. Mereka harus mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum.

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi