Share This

Bersandar Pada KPK

Kemarahan publik membuncah. Selain soal kematian Johannes, yang sekarang ikut jadi sorotan adalah menghilangnya nama Ketua DPR Setya Novanto dalam putusan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiarto.

OPINI , EDITORIAL

Senin, 14 Agus 2017 05:12 WIB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: Antara/Ubaidillah)

Kematian Johannes Marliem menyita perhatian publik sepanjang akhir pekan lalu. Ada banyak spekulasi seputar kematiannya di Amerika Serikat. Keterangan Johannes terang saja sangat dinanti publik. Perusahaan Johannes adalah penyedia sistem identifikasi sidik jari untuk proyek e-KTP. Dan di tangan saksi kunci inilah terdapat 500 giga byte rekaman percakapan mereka-mereka yang diduga terlibat silang sengkarut korupsi ini.

Kasus megakorupsi e-KTP memang menyedot perhatian sejak pertama kali bergulir. Di tengah lambatnya pengerjaan e-KTP, begitu terungkap ada korupsi, jelas kemarahan publik membuncah. Selain soal kematian Johannes, yang sekarang ikut jadi sorotan adalah menghilangnya nama Ketua DPR Setya Novanto dalam putusan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiarto. Ketua DPR itu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, namanya ada dalam tuntutan lantaran disebut memiliki peran penting dalam kasus korupsi ini.

Sidang megakorupsi e-KTP ini masih terus bergulir. Hari ini, rencananya sidang terhadap tersangka Andi Narogong rencananya digelar. Andi disebut ikut membantu Setya Novanto dalam mengatur pemenang proyek e-KTP sampai mengatur aliran dana kepada sejumlah anggota DPR. Publik menanti kejutan-kejutan lain dari sidang tersebut. Seraya terus bersandar pada KPK supaya maju terus pantang mundur mengungkap kasus ini.

KPK memastikan, penyidikan korupsi e-KTP tak akan terhambat dengan meninggalnya Johannes Marliem. Menghilangnya nama Setya Novanto dari putusan juga tak boleh bikin KPK kendur semangat. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut, KPK  dibantu Gusti Allah untuk menuntaskan kasus ini. Juga ada kita, publik yang tak ingin Indonesia hancur karena korupsi.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.