Sel Tidur JI

Bisnis perkebunan sawit untuk pendanaan terorisme ini mestinya membangunkan kesadaran semua pihak, mengenai bahayanya ancaman dari sel-sel tidur kelompok terorisme seperti Jemaah Islamiyah.

OPINI | EDITORIAL

Jumat, 05 Jul 2019 00:51 WIB

Author

KBR

Barang bukti terduga teroris Kalimantan Tengah

Polda Kalteng menunjukan barang bukti dari tersangka teroris di Mapolda Kalteng, Palangkaraya, Rabu (12/6/2019). (Foto: Antara/Rendhik Andika).

Perburuan terhadap kelompok teroris benar-benar pekerjaan jangka panjang seperti tanpa akhir. Tidak hanya karena banyak potensi bibit-bibit baru calon teroris, tapi juga mewaspadai kelompok-kelompok lama yang mungkin berganti nama atau beregenerasi.

Ini terlihat dari penangkapan anggota kelompok Jamaah Islamiyah  di Bogor dan Magetan belakangan ini. Kelompok militan ini sudah berdiri sejak 1990-an. Salah satu pendirinya disebut-sebut adalah Abu Bakar Baasyir yang juga mendirikan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Jaringan pendukung negara Islam ini sudah lama tidak terdengar kabarnya. Tapi hilang tidak berarti mati. Mereka masih aktif. Salah seorang pimpinan JI yang belum lama ditangkap polisi disebut menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit secara legal di Sumatera dan Kalimantan. Hasilnya untuk mendanai kegiatan  mereka. Kata polisi dana itu untuk menggaji anggota, pelatihan militer, juga merekrut relawan.

Jamaah Islamiyah merupakan kelompok yang selama ini paling militan dan terorganisir baik. Jaringan mereka luas hingga negara tetangga dan kawasan Timur Tengah, termasuk dengan kelompok teroris Al-Qaeda. 

Terungkapnya perkebunan sawit untuk pendanaan terorisme  ini mestinya membangunkan kesadaran semua pihak, mengenai bahayanya ancaman dari sel-sel tidur kelompok terorisme seperti Jemaah Islamiyah. Mimpi  mendirikan khilafah dengan cara teror tentu tak boleh dibiarkan, dan harus diantisipasi sedini mungkin. Salah satunya dengan memutus aliran dana. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun