Air

Hingga bulan ini sudah lebih dari 7 juta liter air disalurkan. Langkah lain, menyiapkan teknologi modifikasi cuaca. Tapi ini solusi sementara mengatasi krisis air.

OPINI | EDITORIAL

Jumat, 26 Jul 2019 00:53 WIB

Author

KBR

TNI-Polri mendistribusikan air bersih

Personel Polisi dan TNI membagikan air bersih kepada warga Desa Cijualang, Kabupaten Tasikmalaya (27/6/2019), yang dua bulan ini dilanda krisis air bersih.(Foto: Antara/Adeng Bustomi).

Sebanyak 55 pemerintah kota dan kabupaten menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan . Juga ada 490 kecamatan dan 1.800an lebih desa terdampak kekeringan. Padahal, sekarang pun belum puncak kekeringan.

Semua karena air yang pasokannya kurang. Pemerintah lantas mendistribusikan air ke sana. Hingga bulan ini sudah lebih dari 7 juta liter air disalurkan. Langkah lain, menyiapkan  teknologi modifikasi cuaca. Tapi ini solusi sementara. Yang lebih jangka panjang adalah  mengoptimalkan potensi sumber daya air yang dimiliki. Tapi Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut, baru sekira 17 persen potensi sumber daya air yang dikelola. 

Artinya, kekurangan air tak semestinya terjadi. Situasi tambah berat karena rencana membangun bendungan masih jauh dari rampung. Kalah cepat dengan pertumbuhan populasi dan kebutuhan air.

Saat ini parlemen tengah membahas UU Sumber Daya Air. Yang jadi sumber perdebatan adalah soal sistem penyediaan air minum - diserahkan ke BUMN atau swasta. Wahai wakil rakyat. Cukuplah kalian ingat bunyi pasal 33 konstitusi kita: kekayaan alam sepenuhnya dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Ini saja. Berpihaklah pada rakyat, sesuai predikat sebagai wakil rakyat. Supaya terjadi keadilan atas air untuk semua. Supaya air tak jadi barang mahal. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15