Share This

Jera

Segala fasilitas itu tak jatuh dari langit. Uang melimpah dari bisnis haram bertemu dengan petugas bermental korup.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 24 Jul 2018 00:48 WIB

Sejumlah barang sitaan hasil sidak diperlihatkan saat pers rilis di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa

Sejumlah barang sitaan hasil sidak diperlihatkan saat pers rilis di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/7). (Foto: Antara/M Agung Rajasa).

Lembaga ini punya tugas mulia. Membentuk para penjahat atau yang mereka sebut orang binaan menjadi manusia seutuhnya alias memperbaiki diri dan tak mengulangi kejahatannya. Tapi alih-alih sukses, yang terjadi kerap malah sebaliknya: jadi "sekolah" meningkatkan kemampuan kriminalnya.

Sudah berunglang kali terungkap jual-beli fasilitas, sel mewah, hingga bisnis narkoba dari balik sel, tak juga membuat jera para insan pengayoman. Dari mulai plesir keluar penjara petugas pajak Gayus Tambunan, sel mewah Artalyta Suryani alias Ayin, pabrik narkotika dan bilik asmara Freddy Budiman  sampai operasi tangkap tangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Suka Miskin. Segala fasilitas itu tak jatuh dari langit. Uang melimpah dari bisnis haram bertemu dengan petugas bermental korup. 

Akibatnya, kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penegak hukum lain jadi sia-sia. Apa guna pemberantasan kejahatan luar biasa korupsi juga narkoba bila petugas penjara bisa dibeli? Hukuman bertahun bahkan mati seperti Freddy toh tak bikin jera? Dari balik jeruji penjara kejahatan itu leluasa berkelanjutan. 

Menteri Hukum Yasonna Laoly mesti berani mempertanggungjawabkan perbuatan anak buahnya itu. Tidak cukup dengan sekadar inspeksi mendadak ketika kasus mencuat. Pilihan bagi Yasonna, pembenahan radikal dari mulai hulu di perekrutan Sekolah Kedinasan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan sampai hilir ketika napi masuk sel. Atau, mundur saja dari jabatan itu.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.