Waspada Penumpang Gelap

Abu Rafi mengaku telah membuat enam bom berdaya ledak tinggi untuk diledakkan di KPU: persis ketika ada aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan orang di sana.

OPINI , EDITORIAL

Senin, 20 Mei 2019 00:42 WIB

Author

KBR

Terduga teroris JAD ditangkap

Terduga teroris berencana ledakkan bom di depan KPU ditangkap (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Lusa, Komisi Pemilihan Umum (KPU)  akan mengumumkan hasil penghitungan suara dari Pemilu Presiden bulan lalu. Ini hasil resmi, final, bukan perkiraan dan sedianya jadi rujukan bagi kubu 01 maupun 02 untuk kemudian betul-betul dideklarasikan sebagai pemenang. 

Tapi bukannya makin adem, situasi hari-hari ini justru makin panas. Ada banyak kegiatan yang bakal terjadi di depan kantor KPU demi menyambut pengumuman hasil Pilpres yang ditunggu-tunggu itu. Ada aksi unjuk rasa. Rencana sahur dan berbuka puasa bersama di sepanjang Jalan Sudirman. Narasi yang dibawa masih tak jauh-jauh dari soal ‘curang’ dan ‘dzalim’ tanpa ada yang betul-betul menyodorkan bukti. 

Yang lebih ngeri adalah fakta bahwa ada terduga teroris yang ditangkap baru-baru ini di Cibinong. Abu Rafi mengaku telah membuat enam bom berdaya ledak tinggi untuk diledakkan di KPU: persis ketika ada aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan orang di sana. 

45 ribu personel gabungan dari Kepolisian dan TNI bakal disiagakan. Ketika ada kerumunan orang bersumbu pendek karena perbedaan pilihan politik, maka kewaspadaan harus berlipat ganda. Apalagi ada dugaan ada dua kelompok teroris bakal jadi ‘penumpang gelap’ dengan melakukan aksi pada hari itu. 

KPU sudah memastikan, pengumuman hasil Pemilu tetap dilakukan lusa. Kita mesti mendukung supaya agenda tersebut tetap bisa berjalan secara damai, tanpa terjadi aksi kekerasan apa pun yang sudah pasti tak kita inginkan. Khittah Pemilu sebagai suatu 'pesta demokrasi' bakal runyam kalau kita membiarkan diri sendiri jadi sasaran aksi kekerasan yang sangat mungkin terjadi. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan