Tenang

“Tahu persis” haruslah disertai dengan sedikit usaha untuk mengetahui latar belakang, prestasi, visi, misi serta cita-cita orang yang akan kita coblos.

OPINI , EDITORIAL

Senin, 15 Apr 2019 05:08 WIB

Author

KBR

Pembersihan APK di masa tenang Pemilu 2019

Pembersihan dan penurunan APK setelah memasuki masa tenang Pemilu serentak 17 April 2019. (Foto: Antara/Rahmad).

Selama dua jam kemarin kita betul-betul merasakan masa tenang - ketika Facebook, Whats App dan Instagram tumbang tak bisa diakses. Meski platform media sosial itu akhirnya bisa diakses, ini betulan, kita sudah masuk masa tenang Pemilu 2019 . Tak boleh ada kampanye di ruang publik maupun di media sosial. Inilah saatnya menahan diri, terlepas dari siapa yang Anda dukung. Biarlah masa tenang itu berfungsi seperti namanya. 

Ini juga jadi saat yang tepat untuk belajar tentang siapa yang akan dicoblos. Ingat, ada 5 kertas suara yang harus Anda hadapi di bilik suara kelak. Supaya tak berlama-lama di sana, baiknya kita tahu persis siapa yang akan dicoblos. 

“Tahu persis” itu tak sekadar ingat nama dan wajah seperti di spanduk dan poster yang kemarin-kemarin kita lihat bertebaran. “Tahu persis” haruslah disertai dengan sedikit usaha untuk mengetahui latar belakang, prestasi, visi, misi serta cita-cita orang yang akan kita coblos. Siapa pun itu, kalau terpilih bakal duduk menjabat selama 5 tahun. Maka baiknya kita berusaha sedikit lebih keras untuk tahu calon pilihan kita. 

Informasi bisa datang dari mana saja, tapi ingat; jangan percaya hoax. KBR punya laman khusus yaitu Kenali Caleg  untuk mencermati siapa saja calon wakil rakyat yang akan pilih di berbagai level. Ada juga laman Jari Ungu yang melengkapinya dengan data usia serta status hukum calon tersebut. 

Sementara itu Indonesian Corruption Watch  sudah menyebar data 40 caleg yang pernah terlibat kasus korupsi. Karena memilih adalah hak warga negara, maka pergunakanlah. Mempelajari calon yang akan dipilih, datang ke TPS dan mencoblos pilihan Anda adalah selemah-lemahnya iman keterlibatan Anda sebagai warga negara dalam proses demokrasi ini. Momen yang hanya datang 5 tahun sekali ini jangan sampai sia-sia. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.