PPLN Malaysia

Kemarin beredar video yang menunjukkan dugaan pencoblosan surat suara di Malaysia. KPU langsung mengirimkan anggotanya ke negeri jiran untuk mengecek kebenaran itu.

OPINI , EDITORIAL

Jumat, 12 Apr 2019 00:11 WIB

Author

KBR

PPLN Malaysia kirim surat suara Pemilu 2019

PPLN Kuala Lumpur mngirimkan 29.000 surat suara dibantu pimpinan partai politik dari dua pasangan calon dan diawasi Panwaslu Kuala Lumpur. (Foto: Antara/Fandhyta).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)   tengah resah. Kemarin beredar video yang menunjukkan dugaan pencoblosan surat suara di Malaysia. KPU langsung mengirimkan  anggotanya ke negeri jiran  untuk mengecek kebenaran itu. 

Dalam beberapa video yang beredar tampak ada beberapa orang tengah mencoblos surat suara pemilihan presiden dan juga legislatif. Di dalam ruangan seluas sekitar lapangan bulu tangkis itu tampak beberapa karung bertulis Malaysia. Hingga semalam KPU maupun Bawaslu belum mendapat kepastian apakah benar tempat tersebut merupakan pos penyimpanan surat suara dan  yang dicoblos memang benar surat suara untuk pemilih di Malaysia.

Kalau keduanya benar, maka itu sungguh peristiwa yang memalukan. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Malaysia  harus bertanggungjawab. Tindakan mencuri hak pilih orang  sungguh keji, dan mencederai demokrasi. Perbuatan curang itu menodai semangat pemilu  yang jujur, berbiaya triliunan rupiah.

Bila tak benar, atau hanya rekayasa, aparat hukum juga mesti menindak tegas. Baik pelaku maupun dalangnya. Tak pandang bulu, benar atau tidak peristiwa itu harus segera diusut tuntas dan pelakunya diseret ke meja hukum.

KPU dan Bawaslu harus segera bekerja cepat dan cermat menuntaskan kasus ini dengan  jujur. Pencoblosan di dalam negeri, tak sampai sepekan lagi. Tak boleh pesta demokrasi lima tahunan ini dikotori laku tak terpuji. Apapun nanti hasilnya, pengusutan mesti dilakukan dengan transparan. Integritas penyelenggara juga nama bangsa jadi taruhan.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah