Hari Pencoblosan & Penghakiman

Sungguh sangat rugi jika publik memilih orang-orang, yang bermental makelar, memperdagangkan suara dengan selembar dua lembar uang. Orang-orang semacam itu tidak pantas diberi kesempatan.

OPINI | EDITORIAL

Selasa, 16 Apr 2019 19:00 WIB

Author

KBR

Warga sedang mempersiapkan TPS Pemilu 2019

Pembuatan TPS swadaya dilakukan warga dengan gotong royong. (Foto: Antara/Dziki Oktomauliyadi).

Kini tiba saat yang ditunggu-tunggu. Lebih dari 185 juta orang hari ini bakal diberi kesempatan untuk menentukan arah Indonesia lima tahun mendatang. Memilih presiden dan para wakil rakyat.

Memilih calon pemimpin tidak seperti memilih barang, kalau bosan dibuang, kalau tidak cocok seketika itu juga bisa beli lagi. Memilih calon pemimpin adalah pertaruhan masa depan bangsa.

Karena itu, banyak orang menilai, hari ini juga merupakan hari penghakiman bagi para anggota legislatif berkinerja buruk namun masih berambisi menduduki jabatan. Ini adalah hari penghakiman bagi mereka, untuk tidak dipilih lagi.

Negeri ini tidak bisa diserahkan kepada para politisi busuk, para politisi berlatar belakang tercela dan ternoda. Kini saatnya kita memilih para pemimpin yang bersih, tidak tercela, serta punya kepedulian yang jelas terhadap rakyat dan negara.

Sungguh sangat rugi jika publik memilih orang-orang, yang bermental makelar, memperdagangkan suara dengan selembar dua lembar uang. Orang-orang semacam itu tidak pantas diberi kesempatan duduk sebagai pemimpin atau wakil rakyat. Baik mereka caleg baru, atau caleg muka lama, ini saatnya rakyat menghukum mereka.

Kini saatnya rakyat bersuara secara konstitusional; menyingkirkan benalu-benalu demokrasi, dan memilih yang benar-benar bisa dipercaya. Selamat memilih.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Belajar HAM di Museum HAM Munir