Bijak Berperilaku

Publik menilai aksi spontan itu sebagai sesuatu yang janggal. Barangkali Pak Hakim lupa kalau ini tahun politik? Segala hal bisa saja dipolitisir.

OPINI , EDITORIAL

Kamis, 14 Feb 2019 00:06 WIB

Author

KBR

Simbol Pilpres 2019

Ilustrasi: Simbol jari dua peserta Pilpres 2019

Mula-mula beredar foto hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpose "dua jari". Lantas menyusul foto Ketua Pengadilan Tinggi se-Indonesia di Bandar Lampung yang berpose tangan dengan simbol L. 

Meski langsung juga keluar bantahan - ini bukan bentuk dukungan terhadap calon presiden. Kata salah satu di antara mereka, L itu untuk Lampung. Sementara foto pertama juga dibantah. Ini bukan bentuk dukungan, kata mereka - tapi spontanitas belaka. Foto pun kabarnya diambil tiga bulan lalu

Sayang, sudah terlanjur riuh. Publik menilai aksi spontan itu sebagai sesuatu yang janggal.  Barangkali Pak Hakim lupa kalau ini tahun politik? Segala hal bisa saja dipolitisir.

Terlepas dari itu, kita mendukung rencana Komisi Yudisial yang berjanji bakal segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik.  Ketentuan Kode Etik Hakim sudah jelas, sikap hakim tidak boleh memberi kesan memihak.

Sekaligus Ini jadi pelajaran bagi para pejabat publik yang ingin menunjukkan pilihan politiknya. Alangkah baiknya Anda lebih waspada pada laku dan ucapan agar tidak menambah panas suhu politik tanah air saat ini.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17